Setelah Diperbaiiki, IPAL Tidak Lagi Berbau Busuk

oleh -18 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Beberapa warga diperumahan Pondok Karet, kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Bartim, yang sempat mengeluhkan tentang adanya aroma bau busuk menyengat diduga disebabkan karena Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) setempat sebagian saluran mengalami buntu, namun setelah adanya perbaikan dari Dinas PUPR Provinsi Kalteng bersama PUPR Bartim warga tidak lagi mencium bau busuk tersebut.

“Setelah kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi dan bersama – sama kelapangan untuk memperbaikinya ternyata penyebab buntunya saluran tersebut dikarenakan ada 3 botol sampah plastik dan pasir di pipa, sehingga kotoran dan air tidak bisa mengalir dengan maksimal,” kata Plt Kadis PUPR Bartim Yumail Paladuk melalui Kabid Cipta Karya Bunyamin belum lama ini.

Baca Juga :   Ketua Bawaslu Bartim Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suaranya

Dirinya menjelaskan, seandainya kita tahu penyebab buntuntunya saluran IPAL tersebut dikarenakan ada 3 botol dan pasir didalamnya mungkin kami tidak memanggil pihak Provinsi.

“Setelah kita tau seperti ini penyebab dan tata cara memperbaikinya kedepan kita tidak usah lagi meminta dari pihak PUPR Provinsi kesini untuk memperbaikinya, namun kita dari PUPR Bartim yang akan memperbaikinya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Wakil Bupati Cilacap Bersilahturahmi Dengan Anggota ASN dan Warga Sekecamatan Bantarsri

Dirinya menuturkan, apapun keluhan warga pasti segera ditindaklanjuti dan piahknya selalu melakukan pengontrolan disetiap proyek, termasuk IPAL tersebut.

“Namun untuk perbaikan semuanya butuh proses dalam melakukan perbaikan dan kita juga usahakan selalu untuk menanggapi keluhan dari warga, karna selama ini kita juga belum mendapatkan hasil penyerahan terkait proyek IPAL yang menjadi aset pemerintah daerah, tapi kita tetap akan kordinasi dan melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Baca Juga :   COVID - 19 di Bartim Hari Ini Bertambah 14 Kasus, Sembuh 4 Orang

Bunyamin juga menjelaskan, kedepan akan ada koordinasi dengan tim untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya, contohnya untuk memberikan fasilitas perawatan walaupun proyek IPAL tersebut belum sepenuhnya diserahkan ke pihak PUPR Kabupaten Bartim namun selaku dinas harus juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan kordinasi terkait proyek IPAL tersebut untuk menempatkan pekerja untuk tiap bulannya mengontrol saluran-saluran tersebut sehingga apabila ada keluhan maupun kendala bisa secepatnya kami tangani,” pungkasnya. (TWN5)