SMAN 1 Tamiang Layang Raih Juara Pertama Musikalisasi Puisi Pada Hari Bhakti Adhyaksa ke – 60

oleh -261 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tamiang Layang meraIh Juara Pertama Musikalisasi Puisi, pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke – 60, yang digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah.

Pada acara syukuran yang dilaksanakan Kejari Bartim, lantunan Musikalisasi Puisi kembali di tampilkan dan dinikmati oleh pejabat Forkopinda dan undangan lainnya yang hadir pada acara syukuran peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke – 60 oleh Kejari Bartim Dikantor setempat, Rabu (22/07/2020).

Puisi yang diangkat bertemakan Cinta Kejaksaan, berjudul “Sang Penegak Hukum di Negeriku” karya Farida S. Pd selaku guru dan pembina Teater Topeng di SMAN 1 Tamiang Layang. Musikalisasi ditampilkan 6 orang siswa, 2 gitaris, 1 pemain Kazon, 1 pembaca puisi dan 2 orang vokalis.

Farida menjelaskan, Lomba musikalisasi ini sangat bergengsi, sebab dapat meningkatkan kreatifitas pelajar di Bartim, menanamkan rasa cinta pada penegak hukum di wilayah, serta rasa bangga terhadap kinerja dan jasa para penegak hukum khususnya di Bartim, hingga kejaksaan di seluruh wilayah Indonesia.

“Lomba ini sebenarnya diikuti oleh sekolah tingkat SMA/MA dan SMK se Bartim. Siswa yang berminat sangat antusias untuk ikut serta, dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah SMAN 1 Tamiang Layang Istiqomah, S.Pd serta seluruh dewan guru”, ucap Farida.

Dirinya mengafresiasi Kejari Bartim, yang telah memberikan fasilitas yang baik untuk para pelajar, untuk bisa menuangkan bakat dan minat, sehingga dapat menunbuhkembangkan rasa cinta terhadap para penegak hukum di negeri ini, serta menyalurkan bakat dan minat pelajar.

“Meski dimasa Pandemi COVID – 19, namun tidak menghentikan pelajar untuk berkarya. Lomba seperti ini sangat bagus dilaksanakan setiap tahunnya, agar adanya silahturahmi antar satuan pendidikan dan Pejabat Kejari Bartim”, tambahnya.

Dilanjutkannya, pada saat membina siswa – siswa dalam waktu hanya dua hari perlu kesabaran, meski masih jauh dari kata sampurna , namun sudah berupaya memberikan yang terbaik, sebab sewaktu latihan di masa Pendemi ini anak- anak mencari tempat dan waktu yang tepat untuk mengolah musik dan puisi.

Sementara itu Kepala Kjari Bartim Roy Rovalino Herudiansyah mengatakan ” Ternyata anak – anak didik kita di Bartim sangat kreatif”, pujinya.

Kita ingin menerapkan ilmu – ilmu kepada anak didik kita dan kita perlu juga dorongan dari pemerintah daerah untuk mencetak anak- anak didik menjadi lebih kreatif lagi, sehingga bisa menjadi kebanggaan Bartim, pungkas Roy. (Ahmad Fahrizali)