Soal Pemain Luar Daerah, 10 Tim Sepak Bola Protes Keras Panitia Porprov XI

oleh -58 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kalteng ke XI tahun 2018 di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, khususnya cabang olah raga (Cabor) sepak bola, ternyata banyak menuai aksi protes dari beberapa peserta kepada panitia penyelengara. Apa pasalnya ?

Ada 10 Tim mengaku kecewa. Sebab, mereka menduga ada beberapa tim yang melanggar kesepakatan dan peraturan. Tim sepak bola yang protes diantaranya Kotim, Seruyan, Kobar, Kapuas, Sukamara, Pulang Pisau, Murung Raya, Lamandau, Katingan dan Gunung Mas.

Perwakilan Kotim, Rudi Setiawan, mengungkapkan pihaknya mengaku kecewa karena tim Palangka Raya serta Barito Utara menggunakan pemain dari luar daerah. Pada saat dilakukan pengecekan diketahui ada beberapa pemain yang dianggap tidak sesuai regulasi.

“Pada saat pertemuan sebelum technical meeting sudah dipastikan adanya pemain dari luar dan dilakukan pencoretan,tetapi kenapa masih bisa main,” ujarnya kesal.

Hal senada, Official Tim Lamandau mempertanyakan kredibilitas panitia, karena sebelumnya mereka telah mengajukan protes pra-pertandingan kontra Barut (20/10) lalu. Namun ternyata pemain yang seharusnya dicoret malah dimainkan.

“Soal itu, kami sudah protes sebelum laga melawan Barut, tapi kok malah adem ayem aja gak ada tindakan,” ungkap salah satu official tim sepak bola Lamandau, Senin, (22/10/2018).

Salah satu official manajemen tim Barito Utara, Rijali. R, dilansir dari akun facebooknya membantah jika mereka mendatangkan pemain dari luar daerah. Dia mengatakan tidak ada aturan PSSI yang dilanggar.

“Ma’af, kami tidak semena-mena membawa pemain dari luar, itu memang hasil pembinaan kami lebih dari dua tahun. Termasuk pemusatan latihan menjelang Porprov di Banjar Baru lebih kurang setengah bulan, dan secara administrasi tidak ada aturan PSSI yang kami langgar,” tulis Rijali di akun facebooknya.(Taufik/Tim)