Suami Camat Malaka Timur, Disinyalir Kerjakan Proyek Desa Hingga Kini Belum Tuntas

oleh -112 views
Foto : Lokasi Proyek Jalan Desa Raiulu,Kecamatan Malaka Timur, Dikerjakan Sejak Oktober 2018,Hingga Kini Belum Tuntas.

TEWENEWS,  Malaka – Proyek ruas jalan Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, bersumber dari anggaran ADD sepanjang 370 meter, lebar tiga meter itu mulai dikerjakan bulan Oktober tahun 2018 lalu, hingga kini belum seleai. Apa pasalnya ?

Diduga pengerjaan senilai Rp 64 juta tersebut, dikerjakan oleh suami camat Malaka Timur, Markus Bria. Sebagian warga menduga dalam pengerjaannya juga menggunakan mobil Dinas Camat Malaka Timur.

Akan tetapi, setelah menurunkan material berupa batu dan pasir, proyek tersebut baru mulai dikerjakan pada, Jumat (11/1). Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Raiulun, yang tak mau namanya dituliskan, Sabtu (12/1/2019).

Hal serupa diungkapkan salah seorang warga, Mungkin mereka (pihak kontraktor_red) sudah tahu kalau masyarakat Dusun Nekto sudah berencana akan pergi menghadap camat untuk mempertanyakan kelanjutan proyek itu. Karena itu, mereka segera turunkan material untuk mulai kerja,” ujar salah seorang warga.

Menurut pengakuan warga tersebut, pada Jumat (11/1/2019) siang, Markus Bria mengantar material berupa semen dengan menggunakan mobil dinas Camat Malaka Timur.

Selain digunakan mobil dinas Camat Malaka Timur, pihak kontraktor juga mengisi air pada fiber yang digunakan untuk pengerjaan proyek itu dengan menggunakan mobil tangki air milik Pemda Malaka. Mobil tangki air bantuan Kementerian PUPR itu sebenarnya disediakan oleh Pemda Malaka untuk membatu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih secara gratis.

Camat Malaka Timur, Kristina Ngadji yang dikonfirmasi media ini membantah bila mobilnya digunakan oleh pihak kontraktor, dalam hal ini adalah suaminya, untuk digunakan mengangkut material berupa semen.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah kabupaten Malaka, khusunya Inspektorat Malaka, serta pihak kepolisian Polres Belu, dan Kejari Atambua untuk segera menelisik dan menindaklanjuti masalah ini secara serius sesuai dengan aturan yang berlaku.(Beres)