Tajeri Pertanyakan Pembangunan Jembatan WFC

oleh -120 views

TEWENEWS,Muara Teweh– Pembangunan jembatan penyebrangan water Front Citi (WFC) di jalan Panglima Batur yang menghubungkan kelurahan jingah dan  kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru dengan Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara,sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan.Hal ini pun menjadi  sorotan angota DPRD Barut H Tajeri.

Menurut  Tajeri, sepengetahuannya untuk pengerjaan Jembatan penyebrangan WFC yang memnghubungkan dua Kecamatan tersebut diduga telah berahir  pada bulan Desember 2017 lalu.

”Memang  ada ketentuan untuk perpanjangan,tetapi  hal tersebut  ada batas waktunya. Pertama   50 hari  untuk masa kerja, yakni dari Januari – Februari .Sementara saat ini sudah bulan Maret berarti sudah berahir  ”ujar Tajeri.saat di konfirmasi, Selasa (13/3).

Baca Juga :   Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Teweh Timur Kembali Gelar Ops Yustisi di Desa Benangin I

Lebih lanjut , disampaikanya, bahwa dirinya  telah ada menghubungi instansi terkait, yakni Kepala Dinas  PUPR H Fery Kusmiadi  selaku teknis dilapangan untuk mengetahui  kejelasan pembangunan Jembatan tersebut. Namun,yang bersangkutan  tidak  mengangkat telpon .

”Kita hanya ingin mempertanyakan  kejelasan tentang kelanjutan pembangunan jembatan tersebut,”jelas Tajeri, yang juga selaku ketua komisi III di DPRD Batara ini.

Baca Juga :   Wakil Gubernur Kalteng, Tinjau Pembangunan Islamic Center dan Jembatan WFC di Barut

Disampaikanya, kalau memang  penerjaan proyek tersebut telah berahir ,maka pengerjaan jembatan harus di stop.”Dimana dalam hal ini  berarti  perusahaan yang mengerjakan sudah di Blacklist,”ujarnya.

Selanjutnya, setelah dilakukan penyetopan ,nantinya  ada tim yang menilai berapa  perhitungan yang harus di bayarkan.”Jadi sisa angaran adalah SILPA (sisa penguna anggran tahun 2017) yang kebetulan proyek tersebut adalah  proyek Multi Years,yang pengunaaanya menjadi SILPA  tahun 2018 ini,”terang Tajeri.

Sementara,kata dia,  untuk dana anggaran tahun 2018 ini, untuk pembangunan jembatan tersebut tidak ada, dan otomatis bangunan  yang di bangun mangkrak atau di stop.

Baca Juga :   Ini Penjelasan Ketua Panwaslu Barut Kotdin Manik

”Mungkin baru tahun  depan pembangunan jembatan ini  akan kita lelang lagi,  yakni pada tahun  2019 mendatang ,”ucapnya.

Sementara , kadis PUPR H Feri Kusmiadi saat di temui sejumlah awak media di kantornya sedang tidak berada di tempat.”Pak kadis tidak ada, beliau sedang berada di kota Banjar Masin untuk berobat. Sedangkan untuk Kabid Bina Marga saat ini sedang keluar,”ujar ,Egi Ananda Putra salah satu pegawai di Dinas PUPR.(As)