Tak Berfungsi, Bangunan SMKN Justru Tempat Pesta Sabu

oleh -42 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Proyek pembangunan SMKN-2 Kandui, di Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara (Barut), harus menjadi perhatian kepolisian.

Sebab kali ini, sorotan bukan saja terkait teknis pekerjaan proyek. Melainkan bangunan itu, kini terkesan beralih fungsi menjadi lokasi pesta Narkoba, sekelompok warga.

Seperti saat tewenews.com memantau lokasi bangunan di Desa Kandui, Ibukota Kecamatan Gunung Timang. Tampak bekas peralatan pesta narkoba, tergeletak berserakan di sekitar bangunan.

Kini ini disekitar bangunan juga mulai ditumbuhi rumputan liar. Termasuk didalam ruangan, terlihat kotor dan jorok. Sudah tak terlihat asri lagi, apalagi posisi bangunan justru menjorok ke dalam tebing.

Baca Juga :   SMKN 1 di Sulap Menjadi SMKN 2 Gunung Timang Ada Apa?

Selain itu, untuk menuju lokasi bangunan juga tidak mudah lagi. Sebab, ruas jalan ke lokasi bangunan tidak rata dan mulus lagi. Kini banyak terdapat lubang dan retakan bekas jalur air hujan.

“Bangunan sudah lama dibiarkan tak berfungsi. Hingga kini belum ada proses belajar mengajar di bangunan itu. Malah belakangan, dijadikan tempat pesta narkoba jenis sabu,” ungkap warga setempat, prihatin.

Baca Juga :   Catatan Akhir Pekan : Anak- anakku, Siswa SMKN 1 Desa ketapang Bersabalah

Seperti diketahui, kisruh hingga berujung tudingan korupsi proyek pembangunan SMKN, bermula setelah letak bangunan dipindah dari lokasi sebelumnya di Desa Ketapang ke Desa Kandui.

Alasan pemindahan sendiri, karena jalan menuju bangunan dinilai rawan banjir. Permasalahanya, bila bangunan di Kandui, murid SMKN Ketapang, tetap numpang belajar di bangunan SD di desa setempat.

Padahal disetujuinya alokasi anggaran pembangunan gedung sekolah baru oleh Subdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Departemen Pendidikan, memang diperuntukan untuk SMKN Ketapang di Kecamatan GunungvTimang.

Baca Juga :   Aliansi Wartawan Murung Raya, Laporkan Pemilik Akun FB Ajo Wawan

Anehnya, SMKN Kandui yang belakangan dibangunkan gedung baru di Ibukota Kecamatan Gunung Timang, belum ada murid, tapi sudah dinegerikan. Hal itulah membuat orang tua murid SMKN Ketapang, melayangkan protes.

Selain itu, ada ketidaksesuaian pagu dana antara yang dituliskan di papan pengumuman proyek Rp 2,3 miliar. Sedangkan dalam surat perjanjian kerjasama Nomor 3526/D5.4/2016 alokasi dana tertulis sebesar Rp 2,9 miliar. (tim)