Tak Selesaikan Pekerjaan Kontraktor Wajib Bayar Denda, Bagaimana Dengan Proyek di Desa Rarawa?

TEWENEWS, Muara Teweh – Banyak kalangan meminta Pemerintah bersikap tegas terhadap penyedia (kontraktor) yang gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan kontrak berakhir. Hal itu sesuai  dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, besaran denda yang wajib dibayarkan yakni1/1000 dari sisa pekerjaan. Dihitung per hari, dan itu wajib dibayarkan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Barito Utara kalimantan Tengah, menegaskan kepada seluruh instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang memiliki proyek pekerjaan fisik tahun anggaran 2018, agar bersikap tegas terhadap penyedia (kontraktor) yang gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan kontrak berakhir

“Kalau tata cara perhitungan saya lupa tapi apabila sudah melebihi batasan waktu sesuai kontrak maka wajib dikenakkan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas H.Abri Politisi Partai Persatuan pembangunan, saat di hubunggi melalui pesan Whatsaap, Kamis (19/9/2019).

Hal senada juga di utarakan Politisi dari Partai Gerindra H Tajeri, di memaparkan kontraktor boleh mengajukan perpanjangan kontrak dengan alasan yang jelas,” Tergantung Dinas menyetujui atau tidak, tapi ada batasan waktunya, kalau lewat batas seharusnya denda,” ujarnya.

Baca Juga :   Kabid Bina Marga Rody : Turap di Desa Rarawa Akan di Perbaiki Pihak Kontraktor

Sebagian kalangan lain pun mempertanyaannya bagai mana dengan pekerjaan proyek Turap yang Ambruk di Desa Rarawa, Kecamatan Gunung Timang, yang telah di rekomendasikan oleh BPK dengan nilai kerugian sebesar Rp 1,2 Milyar, apakah kontraktor pelaksana CV. Mahkota Satrina, beralamat di Jalan AMD I no 55 Buntok, Barito Selatan, telah membayar denda seperti yang tertuang di Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito, Ir Iwan Rusdani saat di konfirmasi melaui Whatshaap pribadinya untuk mempertanyakan apakah pihak kontraktor Penguatan tebing di Desa Rarawa sudah membayar denda 1/1000. Hingga berita ini di terbitkan Kadis PUPR tidak memberikan jawaban.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: