Tak Terima Diancam dengan Senjata Tajam, Ardianto Lapor ke Polres Barito Utara

oleh -507 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Tak terima dengan perlakuan  beberapa orang yang melakukan pengancaman terhadap dirinya, Ardianto yang merupakan Kepala Desa Bintang Ninggi II melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Barito Utara.

Kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/10) Ia menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya pada 28 September 2021 lalu di lahan kebun sawit miliknya, disekitar jalan hauling PT. BAT.

Menurutnya, kejadian ini berawal dari klaim lahan yang dilakukan oleh AW Cs dan bersikeras bahwa lahan Sawit itu sebagian berada ditanahnya.

“Saat kejadian, beberapa orang mendatangi saya dikebun, sempat terjadi adu mulut. Parahnya salah satu dari mereka malah mengancam dengan mencabut belati sepanjang kurang lebih 50 CM. Atas kejadian tersebut, saya tak terima dan melaporkannya ke Polres Barito Utara,” terang Pria yang akrab disapa Anto ini, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga :   Personel Satpolairud Polres Sukamara Ajak Warga Jauhi Paham Radikalisme Dan Anti Pancasila Yang Berbahaya

Dijelaskan Anto, padahal beberapa tahun lalu pihak kecamatan juga pernah turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah ini, sekaligus memastikan tanah memang milik saya.
“Saya pikir masalah sudah selesai, setelah tim kecamatan turun. Pas hari kejadian, ada dua orang datang menemui saya untuk membicarakan masalah tanah itu. Salah satu di antaranya, belakangan diketahui bernama Andene mencabut badik. Jaraknya sekitar empat meter dari lokasi saya berdiri. Tetapi dilerai oleh pihak lain yang berada di lokasi kebun. Saya jelas merasa terancam dengan kejadian tersebut, sehingga malam harinya, saya langsung melapor kepada pihak kepolisian,” jelas Anto.

Baca Juga :   Lindungi Dari Covid-19, Polsek Kapuas Kuala Semprotkan Disinfektan di Mako

Setelah dilaporkan ke polisi, pihak AW dan sepupunya, AN yang mencabut badik berupaya menempuh cara damai dengan mendatangi Anto. Tetapi sang kades memilih tetap melaporkan peristiwa itu ke polisi.

“Saya hargai upaya untuk berdamai. Namun selama ini saya sudah seringkali mengalah, bahkan pernah menawarkan penjualan tanah tersebut kepada mereka, supaya tidak muncul masalah. Ternyata mereka tidak bisa membeli tanah yang luasnya hampir mencapai delapan hektare,” ucap Anto.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP M. Tommy Palayukan, didampingi Kanit Eksus IPDA Sukowo  membenarkan pihaknya menerima laporan pengaduan masyarakat (Dumas) atas nama Ardianto.

Baca Juga :   Patroli Satpolairud Polres Sukamara Di Posko BPBD Sukamara

“Ini masih dalam penyelidikan. Masalah tanah kebun. Saat pelapor Ardianto ke kebun untuk melihat para pekerjanya memanen sawit, dicegah oleh pihak lain. Lalu terjadi adu mulut. Termasuk pula laporan ada yang mencabut senjata tajam. Nanti kami segera meminta keterangan lagi dari pihak terlapor,” ungkap Kasat Reskrim.

(AP)