Tanah Diklaim PT AGU dan PT DSN, Warga Tujuh Desa Desak Pemerintah

TEWENEWS, Muara Teweh – Masyarakat dari  tujuh Desa di kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara kalimantan Tengah, mendesak pihak pemerintah daerah dan kepolisian melalui Kapolres Barito Utara, tentang tuntutan hak atas Tanah yang diambil alih oleh pihak perusahaan PT .Antang Ganda Utama (AGU) dan PT. Destha Surya Nusantara (DSN).

Ketua Gerdayak Syafrudin S Tingan mengatakan sejak beberapa waktu yang lalu sampai sekarang masih belum ada kepastian hukum yang kami dapat. hanya janji-janji dan kata-kata sabar dulu.

” Selama kurun waktu tiga tahun sudah yang berlalu kami dihadapkan dengan penantian yang semu, Team negosiasi antara pemerintah dan pihak kepolisian sebagai perpanjangan tangan kami dengan pihak perusahaan PT.AGU dan PT. DSN juga belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan oleh pihak masyarakat yang merasa hak-hak atas Tanah mereka diambil alih oleh pihak perusahaan,” ujarnya kepada tewenews,com, Senin (19/8/2019).

Ia memaparkan, sebagai landasan kerja sama kebun kemitraan, namun sampai sekarang belum ada jawabannya sama sekali,begitu juga tentang laporan kepolisian masyarakat juga masih belum ada tindak lanjutnya, apakah laporan kami itu layak untuk dijadikan P.21 atau barang bukti yang diberikan masih belum memenuhi syarat untuk masuk ke babak penyidikan,

Baca Juga :   Pasukan Merah Gerdayak Sambut Kedatangan Sugianto Sabran di Bandara Beringin

” Setidaknya kami harus diberitahu tentang hal tersebut baik dari pemerintah maupun dari pihak kepolisian melalui surat,atau apa saja, biar masyarakat bisa mengetahuinya, sementara disisi lain kami tetap diminta untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah hukum Barito Utara, biar tetap kondusif,” tegas Saprudin S Tingan.

Kami  lanjut Saprudin, pada tanggal 23 Juli lalu berencana mau menutup segala kegiatan dan aktivitas pihak perusahaan di wilayah lahan yang masih bersengketa, kami diminta jangan melakukannya demi keamanan kita bersama, maka kami tunduk dan patuh, untuk itu kami tetap bertahan, ” Tapi sampai kapankah kami masyarakat ini mampu bertahan,” ujarnya.

Bupati sudah menyarahkan penuh ke Wakil Bubpati untuk menanganinya, namun Wabub tidak berani mengambil tindakan yang saling menguntungkan anatar dua belah pihak hingga masyarakat masih tetap dirugikan, ” Penyelesaian kasus tersebut merupakan bagian dari janji kompanye satu tahun yang lalu dan kami menang 68 persen maaf kami bukan menuntut tapi itulah yang kami rasakan,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: