Tanah Diserobot Kades Linon Besi I, Ahli Waris : “Camat Gunung Purei Tidak Punya Kredibilitas”

oleh -38 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Baru-baru ini, puluhan ahli waris tanah ulayat melaporkan dugaan tindak pidana penyerobotan tanah yang di duga dilakukan oleh Kepala Desa Linon Besi I,  melalui pengaduan masyarakat (dumas) tanggal 26 september 2018 di Kepolisian Resor Barito Utara (Polres Barut).

Pengaduan itu ditembuskan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng) tersebut disinyalir bukan hanya karena kekecewaan mereka terhadap Kades Linon Besi I, namun lebih jauh, puluhan ahli waris sangat kecewa dengan sikap Camat Gunung Purei yang disinyalir enggan menanggapi surat permohonan mediasi para ahli waris.

Perwakilan ahli waris, Ardi, mengatakan bahwa sebelum menyampaikan melaporkan Kades Linon Besi I ke Polres Barut, pihaknya telah menyampaikan permohonan mediasi tertulis kepada Camat Gunung Purei pada tanggal 18 september 2018, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.

Baca Juga :   Desa Linon Besi II Gelar Musdes, Serap Usulan Warga

“Sebelumnya, kami telah menyampaikan permohonan mediasi tertulis kepada pak Camat, tapi tidak ada tanggapan, oleh karena itu para ahli waris sepakat untuk melaporkan Kades Linon Besi I ke Polres Barut”, pungkas Ardi, Rabu, (3/10/2018).

Ardi juga menambahkan, menurutnya, sikap camat tersebut adalah bukti nyata bahwa camat Gunung Purei tidak punya kredibilitas dalam menyelesaikan persoalan masyarakat yang dipimpinnya.

Ahli waris lain, Jhoni, menambahkan, selain jalur hukum, dalam dugaan kasus tersebut pihaknya juga telah menggugat Kepala Desa serta Kepala Adat Desa Linon Besi I melalui jalur adat di Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Utara (DAD Barut) dengan gugatan dan/atau tuntutan adat tertulis tanggal 25 september 2018.

Baca Juga :   Pencemaran Nama Baik, Kades Lampeong II Laporkan Warganya

Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Utara, Drs.Junio Suharto membenarkan adanya surat gugatan dan/atau tuntutan adat tertanggal 25 september 2018 dengan mencantumkan beberapa nama tergugat terkait dugaan penyerobotan tanah ulayat tersebut.

“Kami telah menerima surat gugatan dan/atau tuntutan dari para ahli waris tanah ulayat keturunan Tumenggung Kakah paye, dan kami telah menindaklanjuti perkara tersebut dengan menyampaikan pengajuan tersebut pada rapat pleno DAD, untuk selanjutnya, kami akan meninjau langsung ke lapangan agar DAD tidak keliru mengambil keputusan”, ungkap Junio.

Baca Juga :   PJ Kades Narui Turun Langsung Pantau Pembangunan Jalan

Camat Gunung Purei, Agus Siswadi,S.IP,M.lP membantah jika dirinya disebut tidak menanggapi permohonan mediasi tertulis dari para ahli waris, Agus mengatakan bahwa dirinya telah meminta stafnya berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait hal tersebut.

“Saya sudah suruh staf saya untuk mengakomodir penyelesaian masalah tersebut, saya juga sudah mencoba untuk menghubungi pihak perusahaan melalui via telepon tapi tidak diangkat”, ungkap Agus melalui via Whatsapp.

Ditambahkannya, pihaknya telah meminta pihak perusahaan agar tidak membayar kompensasi serta tali asih lahan yang masih bermasalah, dan dalam hal ini Camat sangat menyayangkan sikap perusahaan yang telah membayar kompensasi kepada Kepala Desa Linon Besi I baru-baru ini. (Taufik)