Tenaga Kerja Asing Ada di Tiga Perusahaan, Namun Dua Lainnya Tidak Melapor

oleh -23 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng, jadi perhatian serius pemerintahan setempat. Namun sejauh ini, hanya satu perusahaan yang aktif melaporkan posisi TKA. Sedang dua perusahaan lainnya, pasif.

“Lima Tenaga Kerja Asing berada di Perusahaan Tambang Batu Bara di Desa Lemo, sisanya di Perusahaan Migas di Lahei, Lampeong dan di Benangin,” ungkap, Aritonang, Kabid Ketenaga Kerjaan Disnakertrans Barut, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga :   Pemkab Barito Timur Ikuti Upacara Detik-detik Proklamsi Secara Virtual

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barut mencatat, saat ini ada 18 orang TKA dipekerjakan di perusahaan di Barut. Namun hanya perusahaan tambang batu bara PT.KTC di Desa Lemo, yang update melaporkan keberadaan TKA mereka.

Menurut Aritonang, dua perusahaan Migas yang belum melaporkan secara resmi keberadaan TKA, sedang dalam kegiatan explorasi di Kecamatan Lahei, Teweh Timur dan Gunung Purei. Sehingga sejauh ini, belum diketahui apakah TKA masih ada atau sudah balik ke negaranya.

Baca Juga :   Memahami Metode Sainte Lague untuk Penghitungan Suara di Pileg 2019

“Yang tetap ada TKA yang bekerja di KTC, 5 oang. Di Karendan PT.BGP 6 orang, sisanya yang ekplorasi di Teweh Timur, dan Gunung Purei. Yang di dua Perusahaan itu yang belum update. Apakah mereka masih bekerja atau sudah selesai,” jelas Aritonang.

Baca Juga :   Cek keadaan Kendaraan Dinas Kodim 1013/Muara Teweh

Penegasan ini sendiri, terkait pengesahan peraturan daerah tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam sidang paripurna DPRD Barut, Senin (25/3).

Aritonang juga menegaskan, bila rumor menyebut TKA di Barut sebanyak 32 orang tidak benar. Angka itu data provinsi untuk kabupaten DAS Barito, termasuk Bartim, Barsel dan Mura. (Tim)