Terkait Uang Plasma, Kades Pinang Tunggal Dilaporkan Warga ke Polisi

oleh -76 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Beberapa kali sudah dilakukan pertemuan, namun uang plasma dari perusahaan perkebunan sawit yang disalurkan melalui Kepala Desa (Kades) tidak juga disalurkan kepada warga Pinang Tunggal Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan, akhirnya warga melaporkan Kades kepada pihak Polres Bartim, Senin (18/01/2021).

Merasa tak dapat penjelasan dengan pasti dari kepala desa atas hasil dari pengelolalaan plasma sawit yang sudah berjalan selama 3 tahun, terhitung sejak tahun 2017 sampai saat ini tahun 2021 belum juga terbayarkan hasil plasma kebun sawit warga desa Pinang Tunggal.

Hal tersebut dibeberkan warga desa pemilik kebun kepada awak media saat beberapa perwakilan dari warga yang keberatan tersebut ingin melaporkan dugaan penyalahgunaan dana milik warga pemilik plasma yang tak kunjung dibayar oleh Kades Pinang Tunggal selaku pemegang dana yang dipercayakan oleh pihak perusahaan Sawit Graha Manunggal (SGM)

Baca Juga :   Melalui Pawai Takbir Tanglong, Ariantho Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan Bagi Umat Muslim

Yodalem mewakili warga menjelaskan, “Sesuai dengan tuntutan masyarakat desa Pinang Tunggal bahwa hak masyarakat tentang dana plasma yang masuk dari tahun 2017 sampai dengan saat ini yang di transfer dari PT. SGM melalui mitra kerja Koprasi ke rekening atas nama Karya selaku Kepala desa,” ucapnya.

Menurutnya, permasalahan tersebut sudah beberapa kali di bahas secara kekeluargaan, namun pihaknya tetap tidak menemukan hasil, baik melalui surat maupun mediasi dengan melibatkan pihak BPD, Kecamatan dan polsek setempat dengan tujuan dana yang bekisar kurang lebih 90 juta itu dapat diterima warga pemilik plasma.

Pasalnya selama ini warga merasa heran atas dana yang dikatakan oknum kades tersimpan di rekeningnya tak kunjung jua diserahkan kepada pemilik plasma hingga tiga tahun berjalan, namun kerap kali warga melakukan pengaduan pada pihak terkait bahkan melakukan rapat untuk membahas penyelesaian terkait dana tersebut tetap tidak menemukan hasil sehingga jalur hukum menjadi jalan alternatif bagi warga agar hak yang menjadi miliknya jelas diterima tanpa dalih apapun.

Baca Juga :   Bunda Rossy dan SB Banjarbaru Berikan Bantuan Sembako Korban Kebakaran.

“Kata Kades dana sebesar Rp. 95 Juta tersebut ada, tapi tidak diberikan kepada masyarakat, sedangkan masyarakat membutuhkan dana yang sesuai perjanjian awal sejak pelepasan lahan dana itu dibagikan oleh masyarakat desa Pinang Tunggal per Kartu Keluarga,” ungkap Yodalem seraya memperhatkan bukti surat kepada awak media.

Dirinya juga menjelaskan bahwa warga sebanyak 131 KK yang menerima hasil penjualan dengan luas lahan yang dijadikan plasma berkisar 80 hektar tersebut sejak tahun 2012 hingga dapat menghasilkan panen di tahun 2017, namun janji pembayaran hasil panen tidak juga dirasakan warga sampai saat ini, jelas Yodalem didampingi warga desa lainnya.

Baca Juga :   Sinergitas Dan Inovasi Sat Lantas Polres Kotim Dalam Ops Yustisi Disiplin Prokes

“Jadi tujuan hari ini kami melaporkan pemegang rekening yang menjabat kepala desa ke polres Bartim diduga penyalahgunaan jabatan dan dugaan penggelapan dana hak masyarakat,” terang Yodalem.

Yodalem dan rekan-rekan yang turut mendapingi pelaporan juga berharap agar yang menjadi hak warga dapat dipenuhi.

“Kami harap ini segera di proses hukum dan warga menerima dana yang menjadi haknya,” pungkasnya.

Saat awak media meminta keterangan kepada pihak terkait yang menjadi target pelaporan dari warga atas dugaan yang mencantumkan nama Karya selaku pihak terlapor dan menjabat sebagai kepala desa tersebut, saat dihubungi via handphone untuk konfirmasi dirinya tidak menanggapi, bahkan melalui chatting via aplikasi WhatsApp tetap tidak di beri tanggapan hingga berita ini ditayangkan. (Ahmad Fahrizali).