Ternyata ini Alasan Kades Lenon Besi I Tidak Tandatangani Surat Kepemilikan Tanah Adat Kakah Paye

oleh -16 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Beberapa waktu yang lalu, perwakilan ahli waris tanah ulayat adat keluarga besar Kakah Paye disinyalir dipersulit dalam mendapatkan legalitas tanah tersebut oleh Kepala Desa Linon Besi I, meskipun secara adat telah dianggap sah, setelah diusut, ternyata alasan Kades Linon Besi I tidak menanda tangani surat pernyataan kepemilikan tanah tersebut karena diduga ingin menguasai tanah tersebut agar menjadi milik pribadi dan keluarga Kades.

Perwakilan ahli waris tanah ulayat adat keluarga besar Tumenggung Kakah Paye, Icap Saputra, menegaskan, pihaknya telah mendapat bukti bahwa lokasi tanah ulayat adat keluarga tersebut diajukan oleh Kades kepada pihak PT.Pertamina EP dengan Sub-Kontraktor PT.Daqing Citra untuk mendapatkan kompensasi kerusakan tanam tumbuh dan titik bor, di lokasi tersebut.

Baca Juga :   Ini Persoalaan PT. Daqing Citra Dengan Masyarakat Desa Linon Besi II Kecamatan Gunung Purei

“Ternyata Kades meminta kompensasi kepada perusahaan dengan menjual nama Desa, dan nama keluarganya, bahkan ada namanya sendiri, padahal Kades bukan ahli waris dan bukan keturunan Tumenggung Kakah Paye”, tegas Icap.

Baca Juga :   Minta Kades Lampeong II di Usut, Warga Ancam Demo Polres dan Kantor Bupati

Pihak manajemen PT.Daqing Citra melalui Humasnya, Ardha, membenarkan bahwa ada beberapa pengajuan serta rekomendasi dari Kades Linon Besi dengan nama-nama yang diduga keluarga besar Kades Linon Besi I di titik kordinat (UTM) tanah ulayat adat keluarga besar Tumenggung Kakah Paye.

“Kami telah menerima pengajuan kompensasi tanam tumbuh serta kayu bridjing dari Desa Linon Besi I, disana ada beberapa nama yang direkomendasikan oleh Kepala Desa, termasuk nama Kades sendiri”, ungkap Ardha.

Baca Juga :   Enggan Tanda Tangan, Kades Linon Besi I Disinyalir Tak Akui Hak Waris Ulayat Adat

Kepala Desa Linon Besi I saat dikonfirmasi tewenews.com enggan berkomentar terkait masalah tersebut, Kades hanya mengatakan bahwa dirinya tidak menanda tangani surat pernyataan kepemilikan tanah tersebut karena belum berkoordinasi dengan sesepuh Desa.

“Meskipun Kepala Adat sudah tanda tangan, tapi saya belum koordinasi dengan tokoh masyarakat”, jelas Kades.(Taufik/Tim)