Terungkap Fakta Lahan di Desa Benao Dihargai Cuma 10 Juta per Hektar Oleh PT.PIS

oleh -17 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Setelah mendengarkan keterangan dari managemen PT. PIS Arnoldus Wae bahwa lahan yang sudah di bebaskan di patok dengan harga 10 sampai 14 Juta per hektar, mendapat tangapan dari Hj. Nety Herawati anggota DPRD dari Partai NasDem.

Hal ini mencuat saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga Benao dan PT. PIS bergerak di bidang pertambangan telah mengganti rugi lahan dan kebun masyarakat dengan harga yang dianggap terlalu murah.

Baca Juga :   Tak Hadiri Rapat Paripurna, Ada Apa Dengan Fraksi PPP??

“Apakah wajar harga tanah per hektar di hargai hanya 10 Juta,” kata Nety Herawati, di kantor DPRD Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, Kamis (16/1/2020).

Hal yang sama juga di suarakan oleh Politisi partai Gerindra H. Tajeri, kalau hanya dengan harga yang sedemikian sepertinya kurang pas dan perusahaan harus mengganti rugi kembali kepada yang betul-betul pemilik lahan.

Baca Juga :   Carut Marut Penerima BLT, DPRD Barito Utara Minta Data Penerima di Evaluasi

“Kalau harga seperti itu saya juga mau beli, silahkan kalau ada harga seperti itu jual ke saya, nanti saya beli,” ujar Tajeri.

Diketahui warga pemilik lahan dengan pihak managemen sepakat, Demang Kabupaten untuk Menjadwalkan ulang pertemuan antara perusahaan dan warga pemilik lahan, sehingga sepulang dari RDP warga melalui kuasa pendamping Hison, menyerahkan beberapa Piring putih dan syarat lainya kepada Sukarni selaku Demang Kabupaten untuk menindaklanjuti tuntutan mereka terutama yang berkaitan dengan tuntutan adat.