Terungkap Fakta Lahan di Desa Benao Dihargai Cuma 10 Juta per Hektar Oleh PT.PIS

TEWENEWS, Muara Teweh – Setelah mendengarkan keterangan dari managemen PT. PIS Arnoldus Wae bahwa lahan yang sudah di bebaskan di patok dengan harga 10 sampai 14 Juta per hektar, mendapat tangapan dari Hj. Nety Herawati anggota DPRD dari Partai NasDem.

Hal ini mencuat saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga Benao dan PT. PIS bergerak di bidang pertambangan telah mengganti rugi lahan dan kebun masyarakat dengan harga yang dianggap terlalu murah.

“Apakah wajar harga tanah per hektar di hargai hanya 10 Juta,” kata Nety Herawati, di kantor DPRD Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, Kamis (16/1/2020).

Hal yang sama juga di suarakan oleh Politisi partai Gerindra H. Tajeri, kalau hanya dengan harga yang sedemikian sepertinya kurang pas dan perusahaan harus mengganti rugi kembali kepada yang betul-betul pemilik lahan.

“Kalau harga seperti itu saya juga mau beli, silahkan kalau ada harga seperti itu jual ke saya, nanti saya beli,” ujar Tajeri.

Diketahui warga pemilik lahan dengan pihak managemen sepakat, Demang Kabupaten untuk Menjadwalkan ulang pertemuan antara perusahaan dan warga pemilik lahan, sehingga sepulang dari RDP warga melalui kuasa pendamping Hison, menyerahkan beberapa Piring putih dan syarat lainya kepada Sukarni selaku Demang Kabupaten untuk menindaklanjuti tuntutan mereka terutama yang berkaitan dengan tuntutan adat.

Baca Juga :   Mulyar Samsi : Penting, Menekan Ketimpangan Desa dan Kota!

Rapat Dengar Pendapat tersebut menyimpulkan tiga poin pertama Kepala Desa, masyarakat pemilik lahan, perusahaan dan tokoh adat akan duduk bersama penyelesaikan sengketa lahan tumpang tindih dengan musyawarah untuk mupakat dalam waktu maksimal 15 hari kedepan.

Poin ke dua adalah Rapat dengar pendapat mengenai tuntutan ganti rugi masyarakat pemilik tanah dan kebun akan dijadwalkan kembali pada rapat Banmus akan datang.

Pada poin ke tiga Demang Kabupaten Barito Utara menjadwalkan pertemuan antara pihak perusahaan dan pemilik lahan.

RDP tersebut di hadiri oleh Asisten I Sekda Barut, Drs Masdulhaq, Pimpinan Rapat, Sastra Jaya, Kepala ATR/BPN Barut, Joseph Wibisono, dan Project Manager PT. PIS Arnoldus Wea, dan puluhan warga dari warga Benao.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: