Tes Urine, Satu Sopir Positif Narkoba

oleh -46 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Satu sopir angkutan umum mudik lebaran positif menggunakan narkoba. Hal itu diketahui setelah dilakukan tes urine terhadap sejumlah sopir angkutan yang dilakukan oleh pihak Satuan Satresnarkoba Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah saat kegiatan K2YD untuk mendukung Oprasi  Ketupat tahun 2018.

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar melalui Kasat Narkoba AKP Tugiyo mengatakan dalam pemeriksaan terhadap 13 pengemudi angkutan umum itu, satu sopir positif menggunakan narkoba.

Baca Juga :   Kasus Sabu Murung Raya, Sopian dan Rian di Jatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

” Tes urine kami lakukan untuk menekan angka kecelakaan diwilayah hukum Polres Barut  dalam rangka operasi ketupat 2018,” kata Tugiyo, di Muara Teweh Rabu (13/6/2018).

Ditambahkan Tugiyo, kegiatan ini berlangsung dari jam 18.00 sampai dengan 20.15 WIB, berlokasi di simpang tiga Jalan Yetro Singseng depan pos layanan Dermaga Muara Teweh dengan mengerahkan 15 personil kepolisian.

“ Kita melakukan cek kesehatan kepada para pengemudi yaitu cek tensi dan alkohol serta tes urine kepada 13 pengemudi. Hasilnya 12 pengemudi dinyatakan negatif  narkoba dan alkohol tapi ada 1 pengemudi positif menggunakan Metamphetamin atas nama  Acin (45), sopir travel Putra Borneo jurusan Muara Teweh – Palangkaraya, beralamat di jalan KH Wahid Hasyim No 47 Rt 4/5 Jurang Mangu Timur Tangerang Selatan,” papar Perwira Polisi ini.

Baca Juga :   Jalan Poros Menuju Desa Pendreh Rusak, Diduga Sering di Lintasi Kendaraan Melebihi Tonase

Ia Menambahkan, Kepada Acin dilakukan penggeladahan badan dan tempat lainnya namun tidak ditemukan alat bukti yang ada hubungannya dengan narkoba. Dari keterangan Acin bahwa tiga hari yang lalu ada mengkonsumsi  sabu bersama temannya di salah suatu kebun dipalangkaraya

Baca Juga :   Irjen Pol Heru Winarko Resmi Dilantik Jadi Kepala BNN

” kepada 12 orang sopir yang negatif diperbolehkan melanjutkan perjalanannya, sedangkan Acin dilarang melanjutkan perjalanan dan di kordinasikan dengan penanggung jawab travel, kemudian penumpang di pindahlan ke mobil dan sopir yang berbeda.,” Pungkasnya.(Agustian/tim)