Tiga kali Ditabrak Tongkang, Dewan Minta Lokasi Jembatan Tumpung Laung di Evaluasi

oleh -117 views
Kondisi fender (tiang pengaman) Jembatan Tumpung Laung-Sikan, Kecamatan Montallat, Barito Utara pasca di tabrak tongkang. FOTO: (Dokumen Ist).

TEWENEWS, Muara Teweh – Beberapa tahun terakhir sebanyak tiga kali tongkang batubara menabrak tiang dan fender (tiang pengaman) Jembatan Tumpung Laung-Sikan, Kecamatan Montallat, Barito Utara, yang pada saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Barut H. Tajeri meminta jembatan tersebut untuk dievaluasi kembali.

Diketahui, tiang Jembatan Tumpung Laung-Sikan pertama kali ditabrak pada akhir Oktober 2021 lalu dan kedua kalinya pada Selasa 23 Juni 2021 tongkang pengangkut batu bara milik PT Kapuas Bara Utama (KBU) pernah menabrak tiang jembatan Tumpung Laung – Sikan.

Tongkang dipandu oleh tug boat (TB) Ewis 16. PT KBU menabrak sebanyak 9 tiang fender jembatan tersebut, sehingga semua tiang fender amblas dan hilang ke dasar sungai yang hingga kerugian pemerintah mencapai Miliaran Rupiah.

Baca Juga :   Marthin Sosok Dibalik Prestasi Desa Paring Lahung Juara Dua Lomba Desa Tingkat Provinsi

Seperti kejadian yang baru ini terjadi pada Selasa 7 September 2021, sekitar pukul 20.00 – 21.00 WIB Tiang jembatan Tumpung Laung-Sikan ditabrak tugboat Brahma 7 dan tongkang Anand 5 dari PT PAMA TOP dari Paring Lahung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Barito Utara, H.Tajeri, mengatakan berdasarkan keterangan dari warga masyarakat sekitar, bahwa tiang pancang jembatan khususnya pada malam hari penerangannya sangat minim sehingga insiden tongkang tabrak tiang jembatan itu terjadi kembali.

Baca Juga :   Jalan Nasional KM16 Trenggalek - Ponorogo Bisa Dilalui Hanya Siang Hari

“Hal seperti ini wajib untuk dibuatkan rambu – rambunya, karena mengingat pekerjaan pembangunan ini sangat penting dan menggunakan uang negara,” tegas H.Tajeri, Senin (13/9) di Muara Teweh.

Tajeri berharap kepada dinas maupun instansi terkait, bisa memasang rambu-rambu atau tanda-tanda, agar pada malam hari dapat terlihat jelas, seperti kejadian sebelumnya hal tersebut sudah kita minta pasangkan rambu rambu dan sejenisnya.

“Saya sebagai wakil rakyat mempertanyakan apakah sebelum membangun, analisa berkaitan dengan lokasi sudah tepat atau belum, mengingat lokasi di DAS Barito arus yang cukup kuat dan Desas,” kata Legislator dari Partai Gerindra ini.

Baca Juga :   Tak Kenal Lelah, Bripka Rahmat Terus Imbau Masyarakat Mengenai Prokes

Karena membangun sebuah jembatan penyeberangan sungai barito memerlukan biaya yang sangat besar baru bisa terselesaikan.Sementara pembangunan jembatan tersebut baru sesi tahap awal dengan anggaran biaya berkisar Rp 25 Miliar dengan kontrak Multiyears (Tahun jamak) yang berakhir Tahun 2022 bulan Februari mendatang.

“Saya berharap perlu adanya evaluasi kembali, dimana tiang pancang yang diprediksi aman bagi perusahaan yang menabrak tiang tersebut tentunya harus berurusan dengan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dengan besar harapan semoga peristiwa ini tidak terulang sampai ke 4 kalinya,” pungkasnya.

(M.Iskandar)