Tim Surveyor KARS Pusat Lakukan Survey Simulasi di RSUD Kapuas

oleh -63 views

TEWENEWS, Kuala Kapuas – RSUD dr H Soemarno Sosroatmojo kedatangan tim surveyor KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) dari pusat dalam rangka survey simulasi. Tim survey ini adalah tim indipenden yang terdiri dari dr. Henry R Yapari M.kes , dr Eka Purnama Dewi Ritonga, S.pOG, dr Sutoko Andrianto,S.pOG, dan Oktava Dinana Girsang,S.kp,M.Kep.

Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas dr Agus Waluyo MM kepada Tewenews Senin(24/6/2019)menjelaskan bahwa tim surveyor ini akan melaksanakan tugasnya sejak hari senin tanggal 24 sampai Kamis 27 Juni 2019 nanti.

Dijelaskan Agus Waluyo, sebagaimana ketentuan setiap tiga tahun sekali rumah sakit harus diadakan akreditasi. Terakhir katanya RSUD kapuas menjalani akreditasi tahun 2016 dengan sistem yg lama.Untuk tahun ini menggunakan sistem baru yang disebut sistem SNAR.

“Akreditasi tahun 2016 berakhir per september 2019, maka dari itu paling lambat tiga bulan sebelum berakhir sudah reakreditasi.” Bebernya sambil menambahkan bahwa pada bulan juni ini sudah diadakan survey simulasi agar pada saat reakreditasi nanti pada bulan september semua sudah baik dan siap agar memenuhi ketentuan atau standard dari KARS.

Baca Juga :   Wacana Pembangunan Jembatan Penyeberangan Kuala Kapuas - Anjir Agar Secepatnya Direalisasikan

“Tim surveyor KARS memulai kegiatan berbagai macam program hari ini diawali dengan telusur dokumen kurang lebih 2,5 jam, kemudian telusur sarana prasarana, kemudian besok wawancara pada pemilik rumah sakit, badan pengawas,direksi dan kepala bidang,” tandasnya seraya menambahkan bahwa selain itu juga ada wawancara dengan pihak komite medik dan lainnya.

“Nanti setelah selesai semua setiap hari ada rekomendasi dari tim surveyor yang diberikan pada kami atas hasil penelusuran oleh tim surveyor,”Tandasnya.Besok pagi akan ada klarifikasi dari kami atas hasil penelusuran yang dibuat oleh tim surveyor hari ini lanjutnya.
Setelah itu pada hari terakhir tanggal 27 kamis nanti akan ada rekomendasi secara keseluruhan,apa yang harus dilakukan oleh pihaknya untuk menghadapi dan mmempersiapkan reakreditasi pada bulan september nanti.

Agus Waluyo mengatakan bahwa hal yang dinilai oleh tim surveyor adalah menyeluruh yaitu mulai dari visi misi, program,sarana prasana, SDM, alat kesehatan dan implementasi apa yang sudah mereka buat.

Baca Juga :   Sosialisasikan Larangan Karhutla di Kawasan Pertokoan, Aiptu Petrus Tempelkan Maklumat Kapolda Kalteng

Dalam akreditasi ini mereka menulis apa yang mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang sudah ditulis. Itupun juga berpegang pada regulasi atau aturan dari pusat,pemerintah daerah maupun aturan dari internal rumah sakit sendiri,yang kesemuanya itu dijabarkan dalam progran kerja Standard Operasional Prosedur(SOP).

Standard itulah yang dinilai oleh tim surveyor KARS.Intinya dengan adanya
Penilaian akreditasi ini ,kalau akreditasi bagus oromatis mutu dan pelayanan rumah sakit juga bagus karena tujuan akreditasi itu adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta untuk meningkan sefty atau keamanan, baik untuk keamanan pasien,petugas dan lingkungan.

Menurut Agus Waluyo setelah adanya survey akreditasi ini maka nanti akan diberikan sertifikat akreditasi yang terdiri dari beberapa tingkatan yaitu mulai dari bintang satu adalah pratama, bintang dua adalah dasar, bintang tiga adalah madya,bintang empat adalah utama dan bintang lima adalah paripurna.
Yang tertinggi adalah bintang lima,jika mampu mencapainya ,berarti semua yang dilakukan oleh pihaknya dapat memenuhi standard atau ketentuan yang diberikan oleh KARS.

Baca Juga :   Kelompok Budidaya Ikan di Mandomai Terima Bantuan Dari Pemda Kapuas

Hasil dari akreditasi ini kata Agus Waluyo berdampak langsung pada peserta BPJS,jika tidak terakreditasi maka tidak bisa bekerjasama dengan BPJS dan otomatis diputus dan rumah sakit ini tidak bisa melayani pasien BPJS.

“Kalau terakreditasi maka rumah sakit ini bisa bekerjasama dengan BPJS, dan apa bila bintangnya lebih tinggi berarti ukuran atau nilai pelayanan itu sudah sesuai standard ,nah berarti mutu dan kualitasnya otomatis akan bagus ,sefty terhadap pasien,petugas dan lingkungan akan bagus juga,” pungkasnya.(Sofyan/Jay)