Tindaklanjuti Laporan SHP, Jatanras Krimum Polda Kalteng Cek ke Lokasi PT. BPCI site Pendreh

oleh -291 views

TEWENEWS, Barito Utara – Menindaklanjuti laporan dari Advokat Suriansyah Halim & Partners (SHP) unit Jatanras Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah cek langsung ke lokasi stocfile dan tambang batubara PT. Borneo Prima Coal Indonesia (PT.BPCI) di Wilayah Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kamis (29/7/2021).

Suriansyah Halim, SH yang turut mendampingi tim Jatanras Krimum Polda Kalteng bersama beberapa perwakilan penggugat (Eks Karyawan PT. BPCI) yang tiba dilokasi Jety PT. NBL Di Desa Pendreh sekira pukul 09.15 WIB melihat langsung aktifitas PT. KTC (Kontraktor) yang sedang hauling batubara PT. BPCI, padahal sudah jelas bahwa barang tersebut sebagai sita jaminan sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Palangka Raya tertanggal 3 Maret 2021.

“Kami bersama anggota dari Jatanras Krimum Polda Kalteng datang ke lokasi untuk melihat langsung. Dan ternyata saat tiba dilokasi, kami melihat sendiri bahwa pihak PT. KTC sedang memindahkan (hauling) batubara PT. BPCI yang telah disita Pengadilan Palangka Raya ke pelabuhan (Jety) PT. NBL di Desa Pendreh,” ungkap Suriansyah Halim kepada Tewenews.com, Kamis (29/7).

Menurutnya, sebelumnya, mereka (Suriansyah Halim & Partners) menyampaikan Laporan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh terlapor, yakni PT. Borneo Prima Coal Indonesia (PT. BPCI)

Bahwa Penetapan Pengadilan Negeri Palangka Raya tanggal 05 Mei 2021, dan Putusan Pengadilan Negeri Palangka Raya tanggal 26 Mei 2021
telah dilanggar oleh PT. BPCI yang telah melakukan dugaan tindak pidana, dengan cara loading atau menjual batubara. Berupa Stock batubara PT. Borneo Prima
Coal Indonesia (BPCI) sebanyak 5.857 ton, yang berada di Pelabuhan PT.
Nantoy Bara Lestari (NBL), Km. O, Jalan Hauling, NBL Desa Pendreh, Kecamatan
Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Jadi kedatangan kami hari ini bersama anggota Jatanras Krimum Polda Kalteng untuk menelusuri dugaan tindak pidana tersebut, Namun yang terjadi justru lebih parah, karena stock batubara yang berada di stockroom pit tambang KM 30 juga diangkut ke pelabuhan,” pungkasnya.

(TWN2)