Tinggal Dalam Satu Rumah, Kakak Beradik Menderita Kelumpuhan

oleh -21 views

TEWENEWS, Nganjuk – Tak banyak kata yang di ucapkan oleh Ketang, Dia hanya mampu memandang Tamu-tamunya termasuk wartawan tewenews.com, kemarin pagi (7/1). Sementara, kondisi Mikem Kakak dari Ketang, masih lebih baik di banding Ketang.

Mikem masih bisa di ajak bicara, meski hanya bisa duduk dan tidak bisa kemana-mana. Mikem dan Ketang merupakan dua saudara kakak beradik, yang tinggal dalam satu rumah seukuran 3×9 meter di Dusun Mantup, Kelurahan Kramat, Kabupaten Nganjuk.

Keduanya mengalami kelumpuhan Total, segala keperluan Mikem dan Ketang biasanya di urus oleh Sumaji, keponakannya mulai dari makan hingga mandi. Rutinitas ini sudah di jalani Sumaji sejak dua tahun lalu.
awal penderitaan ini, di mulai saat Mikem yang semula sehat, tiba-tiba jatuh sakit, dari diagnosa awal menderita penyakit tipes, kemudian lumpuh.

“Saya sudah membawanya ke RSUD Nganjuk, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Sampai pada akhirnya di saat gejalah itu muncul, kakinya sulit di gerakkan. Saat itu, Dia mengeluh merasakan panas di kedua kakinya. Lambat laun karena jarang di pakai berjalan kedua kakinya semakin mengecil, sejak sakit itu , Bibi Mikem berhenti bekerja. Sebelumnya Bibi berjualan Tahu keliling kampung, ” tutur Sumaji.

Dijelaskan Sumaji, dengan kondisi itu, Bibi tidak mampu lagi mengurus sang adik yang lebih dulu sakit, karena itulah setelah lumpuh semua urusan rumah tangganya di bantu keponakannya termasuk saya. Bibi Mikem, jauh sebelum sakit, Sang adik Ketang, memang lebih dulu lumpuh. Mikem sang adik yang dulu bekerja sebagai juru parkir di RSUD Nganjuk, jatuh di tempatnya bekerja.

” Yang pasti, Paman dan Bibik ini selalu berharap kesembuhan, karenanya meski lumpuh mereka tidak mau merepotkan orang lain, selagi bisa dan tetap berusaha, misal membersihkan rumah, mengurus keperluannya pribadi secara mandiri, sekali-kali saya ikut membantu menyuapi Paman Ketang, ” ucap Sumaji keponakan keduanya.

Perlu juga di ketahui, Mikem dan Ketang, sebelumnya beberapa kali berobat, secara medis maupun alternatif, Namun mereka sendiri tidak bisa memastikan penyebab utama kelumpuhan kaki mereka.(Joko)