Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Pemkab Bartim Serahkan Ayam Petelor Kepada Kelompok Tani

oleh -35 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Salah satu poin dari misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah, meningkatkan ekonomi kerakyatan, hal tersebut diwujudkan Pemkab melalui Dinas Pertanian dan Peternakan pada akhir tahun 2020 lalu dengan pemberdayaan kelompok tani, memberikan ayam petelur sekaligus pakannya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim, Trikorianto “Pada akhir tahun 2020 kemaren kita serahkan sebanyak 10.300 ekor ayam petelor kepada sekitar 54 kelompok tani”, ucapnya di Tamiang Layang Rabu (20/01/2021).

Baca Juga :   Ops Yustisi di Roa Malaka Tambora, 15 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Petugas

Menurutnya kelompok tani yang menerima ayam petelor dan pakan merupakan kelompok tani yang telah mengajukan proposal sejak beberapa tahun yang lalu dan sudah diferivikasi.

“Tidak semua petani menerima bantuan ayam dan pakan tersebut, misalnya pada kelompok tani ada 15 anggota, setelah diferivikasi dengan KTP dan KK, ahirnya hanya 10 orang yang dapat, karena 5 anggota lainnya termasuk anggota pada KK yang ada, artinya dalam 1 KK hanya satu orang yang bisa menerima”, jelasnya.

Baca Juga :   DPRD dan Pemkab Bartim, Kunker Dalam Rangka Pendalaman Materi Penyusunan Perda E-Government

Tirikorianto mengakui, pada saat penyaluran ayam dan pakan pada tahun 2020 lalu ada kekurangan dari penyuplai, karena ada ayam yang mati, sehingga disalurkan pada awal tahun 2021 untuk mengganti ayam yang mati tersebut oleh pihak ketiga.

Baca Juga :   Pemkab Bartim Panen Jagung Pakan Ternak Diladang Polres Bartim

Untuk pakan kelompok tani dibantu untuk konsumsinya ayam selama rentang waktu dua bulan, adapun pengadaan kandang, kelompok tani sendiri yang membuatnya.

“Saat ini kita juga sedang mencari koneksinya untuk pemasaran telur, bekerja sama dengan dinas perikanan dan penternakan, karena pada tahun 2021 penternakan tidak lagi bergabung dengan dinas pertanian”, pungkasnya (Ahmad Fahrizali).