Hubungi Kami

BARITO TIMUR

Titi Yukrisna : Pelatihan Banwaslu Diharapkan Dapat Meningkatkan SDM Panitia Pengawas

Published

on

TEWENEWS, Tamiang Layang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bartim Provinsi Kalteng mengadakan pelatihan pengawasan tahapan pemilu 2019 di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang selama tiga hari. Yakni dari tanggal 21-23 April 2019.

Pelatihan pengawasan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan oleh Bawaslu Bartim diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia dari personilnya disemua tingkatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Kalteng Titi Yukrisna S.Sos. Menurutnya, koordinasi teknis pengawasan terhadap tahapan Pemilu yang dilaksanakan Bawaslu Bartim merupakan salah satu upaya dari pengawas Pemilu untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusianya terutama dari tingkat kecamatan untuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

“Harapannya dengan dilakukannya Rapat Koordinasi (Rakor) teknis pengawasan Pemilu yang dilaksanakan beberapa hari ini, yakni sejak tanggal 21 sampai dengan 23 maret, teman-teman Panwascam menjadi lebih mengerti dan memahami akan tugas pokok dan fungsinya,sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab nya dengan baik,” kata Titi Yukrisna, Sabtu, (23/3/2019).

Wanita cantik ini juga menambahkan, dalam pengawasan, ada beberapa tahapan yang sekarang sedang kita hadapi saat ini adalah tahapan kampanye, kemudian pada tanggal 24 maret 2019 adalah tahapan kampanye dalam bentuk rapat umum dan iklan melalui media cetak, elektronik, serta media jejaring lainnya.

Baca Juga :   Ucapkan Hari Raya Nyepi, Dandim 0503/JB Kunjungi Pura Candra Prabha Jakarta Barat

“Oleh karena itu perlu diadakan rakor teknis ini untuk teman-teman Panwascam, agar mereka memahami tugas dan tanggung jawabnya, kemudian yang krusial juga yang menjadi pengawasan kami ke depan adalah pada masa tenang, yaitu pada 14 sampai dengan tanggal 16 april mendatang, kemudian puncaknya adalah pada hari pemungutan dan penghitungan suara yang jatuh pada hari rabu tanggal 17 april 2019, untuk itulah pentingnya rakor ini dilaksanakan,” jelasnya.

Dijelaskanya lagi, penyampaian materi rakor berjenjang, dari Bawaslu RI diturunkan ke Bawaslu provinsi, kemudian Bawaslu provinsi menurunkan ke teman-teman Bawaslu kabupaten, selanjutnya Bawaslu kabupaten menyampaikan ke Panwascam

“Saya berharap materi pelatihan yang telah kita berikan agar dipelajari dan dipahami secara mendalam, karena kita tinggal menghitung hari untuk pelaksanaan Pemilu, semoga mereka bisa menerapkan ilmunya dilapangan dan dihari pemungutan suara nanti dapat memberikan yang terbaik,” harapnya.

Dirinya juga menegaskan, apabila ada sesuatu kasus terjadi di lapangan, agar segera melakukan koordinasi sesuai dengan tingkatannya, misalnya terjadi sesuatu di tingkat TPS, maka pengawas TPS harus melakukan suatu putusan atau memberikan rekomendasi dan melakukan koordinasi dengan pengawas desa dan kelurahan.

“Misalnya pengawas desa dan kelurahan tidak bisa mengambil sikap mereka bisa berkoordinasi dengan Panwascam,” pungkasnya.(TWN5)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian