Tower Internet Tingkatkan PAD Desa Nagaleah

oleh -135 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat kepada tiap-tiap desa di seluruh Indonesia terbukti membawa dampak positif bagi kemajuan desa yang menerima dana tersebut.

Seperti Desa Nagaleah Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalteng. Masyarakat ditempat itu sudah bisa menikmati jaringan internet.

Melalui Dana Desa, berbagai pembangunan yang sudah di bangun dan dirasakan oleh masyarakat manfaatnya.

Seperti Tahun 2018 ini, DD Nagaleah difokuskan untuk membangun tower internet. “Tujuan kita membangiun tower internet ini adalah untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi,” ujarnya.

Baca Juga :   Kadis PUPR Bartim Perintahkan Jajarannya Agar Proyek Pekerjaan Hayaping - Janah Jari Diperbaiki

Selain itu, yang tak kalah penting adalah berkat pembangunan tower tersebut PAD kita semakin meningkat.

“Kita cuman sekali memasang tower internet dengan biaya Rp. 60 juta dan bayar bulanan Rp.1 juta kepada pihak indehom tapi hasil dari berjualan vocer wifi yang kita jual bisa dapat Rp. 3 juta hingga Rp. 4 juta per bulan ” ungkap kades.

Dijelaskanya, pemerintah desa menjual paket data 2 GB selama 24 jam hanya seharga lima ribu. “Kita jual kesejumlah warung seharga lima ribu. Jadi pedagang bisa menjual enam ribu untuk paket data 2 GB dengan jangka 24 jam,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, untuk tahun 2018 ini pihak pemerintah desa Nagaleah tidak memungut PAD karena keuntungan berjualan vocer wifi tersebut digunakan untuk menambah sinyal beberapa titik.

Baca Juga :   Fordayak Bartim Tegaskan Pihak Perusahaan Harus Komitmen Untuk Penuhi Hak Masyarakat

“Saat ini kita sudah mempunyai 7 titik perpanjangan jaringan internet. Dan kita akan tambah lagi lima titik sehingga seluruh wilayah Desa Nagaleah bisa tercover. Kasiankan wilayah sebagian warga belum ada jaringan internetnya,” tuturnya.

Baca Juga :   Jika Hingga Dealine PT. BNJM Lalaikan Kewajibannya Warga Tewah Pupuh, Siap Tuntut Keras Perusahaan

Dirinya memaparkan, untuk memperpanjang jaringan internet pihaknya harus membayar lagi kepada pihak indehom untuk memasang tiang sinyal sebesar Rp. 6 juta untuk satu titik. Untuk satu titiknya bisa mencapai 200 meter jaringan internet.

“Kita berharap di Tahun 2018 ini masyarakat Desa Nagaleah sudah semuanya bisa medapatkan jaringan internet. Sehingga hasil dari berjualan vocer Wifi pada tahun 2019 mendatang bisa murni untuk PAD Desa Nagaleah,” pungkasnya. (Tim)