Uang Dikembalikan, Kasus Korupsi di SMKN 2 Kandui Selesai ?

oleh -581 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Panitia pembangunan unit sekolah baru (PUSB) SMKN 2 Gunung Timang, telah mengembalikan kerugian negara Rp291.627.997 kepada Kejaksaan Negeri atau Kejari Barito Utara, Senin (22/2) lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, Iwan Catur Karyawan Harianja melalui Kepala Seksi Intelijen sekaligus Humas, Angga Wijaya, Rabu (24/2/2021), mengatakan pengembalian kerugian negara tersebut, proses penyelidikan dugaan korupsi pembangunan SMKN 2 Gunung Timang di Kandui dihentikan.

Penghentian penyelidikan dugaan korupsi pembangunan SMKN 1 Gunung Timang mempertimbangkan berbagai hal. Antara lain adanya memorandum of understanding (MoU) antara Kejaksaan Agung. Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri. Sehingga kejaksaan berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

“Selama ini sekolah tersebut tidak bisa mendapatkan bantuan, karena diblack list. Kita bisa bayangkan selama proses hukum berjalan sampai vonis di pengadilan, selama belum beres, kondisinya akan terus begitu. Itu juga menjadi bahan pertimbangan,” ujar Angga.

Baca Juga :   SLTA "Pungut" Uang untuk Tebusan Ijazah Sejuta Lebih

Diketahui kasus ini diselidiki Kejari Barito Utara sejak tahun 2020. Para pihak terkait telah dipanggil dan dimintai keterangan. Tetapi, pejabat kejaksaan Barito Utara tak merinci berapa orang dan siapa saja yang sudah dipanggil.

Pengembalian uang dalam dua tahap berdasarkan hasil audit khusus dugaan penyimpangan pembangunan unit sekolah baru tahun 2016 oleh Irjen Kemendikbud RI. Ada beberapa penyimpangan dari pembangunan SMKN 1 Gunung Timang sehingga merugikan keuangan negara Rp291.627.997.

Beberapa bentuk penyimpangan : (1) pekerjaan selasar keliling bangunan kantor dengan luas 42 M2 senilai Rp49.728.210. (2) pekerjaan pengadaan air bersih berupa sumur bor untuk sumber air sekolah senilai Rp20 juta.

(3) pajak yang belum disetorkan ke kas negara atas nama pembelian mebeler atau perabot dan alat praktek siswa sebesar Rp40 juta. (4) sertifikat lahan pembangunan SMKN 2 atas nama Nila Kamsi karena biaya proses balik nama atas kepemilikan lahan sebesar Rp 9 juta, yang dilakukan oleh Notaris Rudi Birowo belum dibayar.

Baca Juga :   Saat Video Conference Bersama Kepala Daerah Se Indonesia, Pemkab Barito Utara Nyatakan Siap Ikuti Arahan Pusat

(5) pembelian mebeler dan alat praktek dasar pembangunan yang belum dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban belanja sebesar Rp 440 juta. (6) menyetorkan uang kompensasi pembelian 10 unit komputer sebesar Rp50 juta, ke kas negara, salinan bukti setor negara dikirim ke Inspektorat Investigasi pada Inspektorat Jenderal Kemendikbud.

Baca Juga :   Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Dua PSK di Lokalisasi Merong

(7) memerintahkan kepada Kepala SMKN-1 agar segera memperbaiki kerusakan yang terjadi pada alat praktek dasar dan bangunan. (8) menyelesaikan proses pembangunan turap atau dinding penahanan tanah di SMKN 1.

(9) melaksanakan serah terima aset SMKN 1 Gunung Timang meliput tanah, bangunan, meubeliar dan alat praktek siswa dari Pemkab Barito Utara kepada Pemprov Kalimantan Tengah agar segera dapat tercatat sebagai aset Pemprov Kalimantan Tengah.

seperti pemberitaan tewenews.com edisi 6 Agustus 2018, Kepala SMKN 1 Gunung Timang (saat itu) Asliadi, mengatakan dana untuk keperluan pembangunan gedung dan moubiler sekolah tersebut sebesar Rp 2,6 miliar. Serta ditambah keperluan lainya, termasuk biaya perencanaan sehingga menjadi Rp3 miliar.(Tim)