Unik, Kajari Tidak Tahu Pengaduan Tudingan Korupsi SMK

oleh -33 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pengaduan dugaan korupsi proyek pembangunan SMKN Gunung Timang, tidak hanya disampaikan ke kepolisian. Tapi dikirim juga ke kantor Kejaksaan Negeri Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut).

Hanya anehnya, pengaduan yang sama terkait kasus dana APBN tersebut, justru tidak diketahui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Teweh, H Basrulnas. Dia terlihat terkejut, saat disinggung pengaduan disampaikan, Selasa tgl 15 Mei lalu.

“Saya tahu ada pengaduan terkait hal itu, justru dari Anda. Saya juga tidak pernah diberitahu kalau kasus yang sama, kini tengah ditangani pihak kepolisian,” tegas Kajari Muara Teweh, H Basrulnas.

Sebelumnya, Kepala Seksi Intel Kejari Muara Teweh, Bernard Purba, mengakui, pengaduan dugaan korupsi pembangunan SMKN Gunung Timang, juga diserahkan ke kantor mereka.

Baca Juga :   Warga Lima Desa Ancam Demo, Terkait Polemik Kasus SMKN Ketapang

“Coba cek ke kantor saya. Pengaduan kasus proyek SMKN Kandui yang ditangani kepolisian, juga dikirim ke kantor saya. Ini sekarang, saya sedang pendidikan,” sebut Bernard via pesan Whatsapp, Mei lalu.

Bernard juga mengaku, jika penanganan kasus itu oleh penyidik Polres Barut, terus mereka pantau. Namun belum bisa dia pastikan, penanganan kasus SMKN Kandui, akan diambil alih kejaksàan.

Seperti diketahui, kisruh hingga berujung tudingan korupsi proyek pembangunan SMKN, bermula setelah letak bangunan dipindah dari lokasi sebelumnya di Desa Ketapang ke Desa Kandui.

Alasan pemindahan sendiri, karena jalan menuju bangunan dinilai rawan banjir. Permasalahanya, bila bangunan di Kandui, murid SMKN Ketapang, tetap numpang belajar di bangunan SD di desa setempat.

Baca Juga :   Viral...!!! Ada Dugaan Oknum Caleg Bagi-bagi Sembako

Padahal disetujuinya alokasi anggaran pembangunan gedung sekolah baru oleh Subdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Departemen Pendidikan, memang diperuntukan untuk SMKN Ketapang di Kecamatan Gunung Timang.

Anehnya, SMKN Kandui yang belakangan dibangunkan gedung baru di Ibukota Kecamatan Gunung Timang, belum ada murid, tapi sudah dinegerikan. Hal itulah membuat orang tua murid SMKN Ketapang, melayangkan protes.

Selain itu, dilaporkan ada ketidaksesuaian pagu dana antara yang dituliskan di papan pengumuman proyek Rp 2,3 miliar. Sedangkan dalam surat perjanjian kerjasama Nomor 3526/D5.4/2016 alokasi dana tertulis sebesar Rp 2,9 miliar.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Murung Raya, Sita 8, 44 Gram Sabu

“Kami memang melakukan tandatangan kontrak perjanjian kerjasama. Saya mewakili SMKN-1 Kandui dan Moehammad Soleh, Kasubdit kelembagaan dan sarana prasarana mewakili Departemen Pendidikan,” kata Asliadi, mantan Kepsek SMKN-1 Kandui.

Secara detail, dana untuk keperluan pembangunan gedung dan mobiler sebesar Rp 2,6 miliar. Ditambah keperluan lainya, termasuk biaya perencanaan sebesar Rp 3 miliar. Dalam hal ini, Kepala sekolah Asliadi, tidak membantah bila pembangunan gedung mencapai Rp 2,6 miliar. (tim)