Unit Buser Polsek Tambora Ringkus Dua Pelaku Jambret

oleh -44 views

TEWENEWS, Jakarta Barat – Dua orang jambret yang kerap beraksi di wilayah Tambora Jakarta Barat berhasil diringkus anggota Buser Unit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, sesaat setelah beraksi di Jl.KH. Mas Mansyur, Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat, Senin malam (15/7).

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, SH didampingi Kanit Reskrim AKP Supriyatin, SH, MH mengatakan, kedua jembret tersebut adalah Avi Oktavia Pratama (25) dan Dimas Febrianto (20).

Baca Juga :   Warga Katingan Diamankan Atas Kepemilikan Sabu, Dilingkar Selatan Sampit

Penangkapan terhadap kedua pelaku bermula saat Senin (15/7/2019) ketika korban Yeni Yulianti (25) wanita Pekerja Konveksi, saat bersama pacarnya berniat mencari makan di Jembatan Lima.

Ketika korban melintas di Jalan KH Mansyur Jembatan Lima, namun saat tepat berada di sekitar tempat kejadian tiba-tiba korban melihat dari arah belakang samping kiri ada pelaku dalam keadaan berboncengan sepeda motor. “Pelaku langsung merampas tas milik korban yang saat itu dikalungkan pada bagian leher,” tutur Kompol Iver Son Manossoh, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga :   Operasi Yustisi PPKM Level 4, Polsek Tambora dan Tiga Pilar Jaring 40 Orang Tidak Kenakan Masker

Kompol Iver Son Manossoh menjelaskan, pelaku merampas tas korban, mengetahui tas yang berisi handphone itu berpindah tangan, korban kemudian berteriak ‘Jambret Jambret’ dan langsung dikejar oleh pacar korban serta Anggota Unit Reskrim Polsek Tambora yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Supriyatin, SH, MH dan Panit Reskrim Iptu Eko Agus SH yang sedang melakukan observasi.

Baca Juga :   Densus 88 Amankan Lima Orang Terduga Teroris di Kampar.

“Pelaku akhirnya berhasil diringkus di sekitar Jalan Betet Tanah Sereal Tambora berikut menyita barang bukti tas milik korban yang berisi HP dan diketahui putus pada bagian talinya”, tambah Kapolsek.

Di tambahkan para pelaku atas perbuatannya dapat disangkakan Pasal 365 KUHP dengan ancam maksimal 12 Tahun Penjara,” pungkasnya. (M. Solichin)