Upaya Menangkal Pahan Radikalisme dan Terorisme, Kemenag dan Polda Kalteng Tanda Tangan MoU

oleh -38 views

TEWENEWS, Palangka Raya – Upaya menangkal paham radikalisme dan terorisme. Kantor Kementrian Agama (Kemenag) dan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kemaren, Selasa 29 Oktober 2019 melakukan kerjasama.

Kepala Kantor Kemenag H Masrawan yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha H Surianor. Sedangkan Kapolda diwakili Waka Polda Brigjen Pol Rikwanto. Acara berlangsung dengan suasana penuh hikmat dan penuh kekeluargaan.

“Penandatangana di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah dan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, dalam Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Kerja Sama upaya Penangkalan Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalteng” jelas Surianor, Rabu (30/10).

Baca Juga :   CRT Polres Katingan Berbagi Berkah Dengan Fakir Miskin dan Yatim Piatu

MoU ditandatangani secara simbolis (paraf) oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalteng H. Surian Nor dan Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Rikwanto, di Palangka Raya.

Penandatangan secara simbolis dilakukan karena seharusnya yang menandatangani dari pihak kedua adalah Kakanwil Kemenag Kalteng H. Masrawan. Sedangkan pihak pertama harus ditandatangani Kapolda Kalteng Irjen Pol. Ilham Salahudin. Namun karena Kakanwil harus menghadiri acara Rakor bersama menteri agama yang baru di Jakarta pada hari yang sama maka MoU diwakilkan kepada Kabag Tata Usaha Kemenag Kalteng.

Baca Juga :   Polsek Manuhing Laksanakan Sambang dan Sosialisasi Larang melakukan Penambangan Tanpa ijin

“MoU ini dibuat dalam rangka pembinaan umat beragama, penangkalan paham radikalisme dan terorisme di Kalteng. Tujuannya untuk menjalin kerjasma yang berkesinambungan dalam mewujudkan kerukunan umat beragama, menangkal masuknya paham radikalisme, terorisme demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.” ujarnya.

Baca Juga :   Antisipasi Terjadinya Karhutla di Kab. Seruyan, Personel Polsek Seruyan Hilir Laksanakan Himbauan Larangan membakar hutan dan lahan di Pasar Saik.

Kemudian poin dari MoU itu saling tukar menukar informasi terkait perkembangan paham radikalisme beserta upaya deradikalisasinya. Disebutkan pula,
dalam kedua pihak secara bersama-sama melakukan pengawasan terhadap berkembangnya.

“Hal lain adalah melakukan pengawasan dan penertiban terhadap aliran-aliran kepercayaan dan keagamaan yang menyimpang dari tata aturan perundang-undangan,”pungkasnya.(SAR)