Usianya Sudah Kepala Enam Minta Jatah Seminggu 3 Kali

oleh -228 views

TEWENEWS, Surabaya – Luar biasa Mbah Minhajul, 67, dari Surabaya ini. Usia kepala enam, masih doyan begituan. Seminggu minta dilayani tiga kali. Sang istri, Ny. Atikah, 58, sudah keteteran tapi malah diancam mau dipoligami. Ya sudah, sekalian saja minta cerai ketimbang makan hati. Sudah peot masih ngurusi paha bukan pahala.

Kebanyakan lelaki, ketika usia makin bertambah gairah dan libidonya akan menurun secara pelan tapi pasti. Bila masih muda “pandangan hidup”, setengah tua mulai “pegangan hidup”. Tambah tua, tinggalah “perjuangan hidup”. Ibarat kayu bakar habis kehujanan dipaksa untuk masak pakai keren, ya mblebes (tak mau nyala) terus!

Tapi mbah Minhajul dari Surabaya ini lain. Meski usia sudah kepala enam, kelihatannya masih rosa-rosa macam Mbah Marijan. Asal ditanya orang atau kenalan lama, jawabnya selalu, “Puser ke atas lima puluh, puser ke bawah tujuh belas tahun!” Yang mendengarnya pun senyum kecut, dalam usia segitu kok masih fokus soal selangkangan.

Baca Juga :   Ribut Soal Rp 50 Juta Untuk RDP, Dewan Minta Polisi Lakukan Penyelidikan

Tapi Mbah Min memang luar biasa. Namanya pakai Min saja begitu perkasanya, apa lagi jika pakai Plus, sehingga jadi Plushajul, tentu tambah luar biasa. Dan ini memang bukan sekeda menata kata, tapi sebenarnya juga begitu. Dalam seminggu dia masih mampu membahagiakan istri sebanyak 3 kali.

Benarkah Ny. Atikah bahagia akan keperkasaan suami? Justru tersiksa dia. Soalnya setelah lama menepause dia tidak nyaman lagi dalam urusan satu itu. Tapi jika ditolak, Mbah Minhajul bisa marah seperti raja Mandura (Baladewa) yang lupa minum Captopril padahal punya bludreg.

Baca Juga :   Melalui Facebook Polisi Ungkap Pelaku Pencurian

Yang bikin Atikah tersika lahir batin. Dalam seminggu dia harus melayani suami sampai tiga kali. Padahal gaya Mbah Minhajul aneh-aneh. Dia tak mau lagi yang klasik dan standar, melainkan haru pakai kungfu dan jurus bangau patuk precil (anak kodok). Tentu saja Ny. Atikah kecapekan dibuatnya.

Sebagai istri Atikah sudah berkali-kali sampaikan nota keberatan, tapi tak digubris. Bahkan dia mengancam, “Kalau kamu tak mau sering melayaniku, ya sudah saya mau poligami saja. Biar kamu bisa ngaso.”

Ngawur, soal begituan kok direken seperti orang sambatan (gotong royong). Dan ternyata Mbah Minhajul memang benar-benar serius. Beberepa hari lalu dia menyatakan bahwa siap mendeklarasikan rencananya, poligami dengan janda tetangga kampung. Atikah sudah mengingatkan, ingat anak dan cuculah, tapi si kakek tak peduli.

Baca Juga :   Sat Reskrim Polres Kota Baru Ciduk Empat Pelaku Pencurian

Ny. Atikah lalu membayangkan, betapa sakitnya punya madu. Ketimbang mimpi buruk itu benar-benar terjadi, dia memilih ngalah saja, keluar dari gelanggang rumahtangga alias minta cerai. Maka kemarin dia mendatangi Pengadilan Agama Surabaya, minta perceraiannya segera diproses. “Usia sudah bau tanah, kok masih ngurusi soal begituan,” kata Ny. Atikah di depan petugas.

Makanya, kaum lelaki makin tua justru manthuk-manthuk. (Sumber : Pos Kota)