Warga Bentot Geger Temuan Mayat Disamping Pondok

TEWENEWS, Tamiang Layang – Warga desa Bentot kecamatan Patangkep Tutui kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, geger dengan adanya penemuan mayat seorang laki-laki di samping pondok.

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy SIK, MH melalui Kapolsek Patangkep Tutui Ipda Ather Diorama SH menjelaskan, “Penemuan mayat Teko (58) tersebut dilaporkan pada jumat 11 Oktober 2019 09.30 oleh Duseng (52) yang merupakan istri korban, ucap Ather.

Awalnya Dunseng menerima telpon via handphon dari Deker (45) yang memberitahukan bahwa saksi mau ke kebun karet dan melewati pondok milik korban/mayat di kebun karet di desa Bentot kecamatan Patangkep Tutui, Deker melihat Teno terbaring di tanah di samping pondok tanpa memakai baju dan tidak bergerak.

Selanjutnya Deker menelpon Dunseng, kemudian Dunseng datang ke pondoknya dan benar suaminya Teno telah meninggal dunia, terbaring di tanah di samping pondok dan saksi melaporkan kejadian teternit ke Polsek Patangkep Tutui, melalui Bhabinkamtibmas desa Bentot, ungkap Ather.

Saat kita ke TKP telah banyak warga, sekitar 10 orang termasuk istri korban dan saksi yang pertama kali menemukan mayat, di samping kiri pondok ditemukan mayat yg dikenal bernama Teno terbaring di tanah tanpa memakai baju dan hanya memakai celana panjang warna biru tua memakai kaos kaki, dikedua kakinya dan di samping dan atas kepala mayat tergelatak sepatu safety.

Baca Juga :   Diskominfo Barito Timur Kembangkan Aplikasi Mantra

Mayat tampak mengeluarkan busa dimulutnya dan diteras pondok ditemukan bekas muntahan yang sudah kering, baju korban, botol tanggung aqua berisi air teh dan di teras depan pintu ditemukan obat pestisida rumput serta teng jerigen berisi air.

Pada mayat tidak ada ditemukan bekas pukulan benda tumpul atau tajam, namun untuk lebih memastikan mayat di bawa ke Puskesmas Bentot untuk dilakukan VER mayat.

Istri korban menerangkan bahwa korban pada malam hari sebelumnya mengeluh sakit di dada dan telah disarankan minum obat namun di jawab obatnya habis, demikian pula keterangan dokter yang memeriksa korban, membenarkan bahwa korban menderita sakit jantung, pungkas Ather. (Ahmad F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: