Warga Datang Dari Zona Merah Agar Segera Melakukan Pemeriksaan

oleh -61 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Kepala UPTD Puskesmas Tamiang Layang kecamatan Dusun Timur kabupaten Barito Timur provinsi Kalimantan Tengah, menghimbau warga yang baru datang dari bepergian agar melakukan pemeriksaan, terutama yang datang dari zona merah paparan Virus Corona (COVID – 19).

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Tamiang Layang Ringkai yang mengatakan “Kami menghinbau kepada warga Tamiang Layang yang yang baru datang dari bepergian agar melakukan pemeriksaan, terutama yang datang dari zona merah paparan COVID -19”, ucapnya di Tamiang Layang, jumat (27/30/2020).

Kepada warga yang baru datang dari zona merah, kami berharap agar segera melapor diri ke Puskesmas untuk melakukan penyelidikan atau pemerikasaan pada saat hari kerja.

Mari bersama – sama kita mencegah penyebaran COVID – 19 ini, kami masih belum turun kelapangan untuk melakukan pemeriksaan, silahkan datang ke Puskesmas.

“Saya sampaikan kepada petugas kami di Puskesmas, agar jangan dulu turun kelapangan, sebelum ada Alat Pelindung Diri (APD), karena dihawatirkan akan terpapar Virus”, tegasnya.

Menurut Ringkai, di Puskesmas Tamiang Layang ada tim satgas Puskesmas, dari tim satgas tersebut ada tim yang melakukan pemeriksaan, penyelidikan efidemilogi atau ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait dengan hal ini di tingkat populasi.

Pertama yang kita pantau adalah apabila ada orang yang datang ke Puskesmas Tamiang Layang, terutama dari zona merah, seperti dari Jakarta, Surabaya dan daerah lainnya.

“Setelah kita ketahui ada gejala, maka kita masukan pada kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), tetapi kalau tidak ada gejala masuk kategori self monitoring artinya harus mengawasi dirinya sendiri, sambil kita edukasi agar mereka tinggal dirumah selama 14 hari semenjak meraka datang ke Bartim”, jelas Ringkai.

Sejauh ini yang laporan yang sudah kita sampaikan kemaren kepada Kepala Dinas Kesehatan ada 91 orang yang kita selidiki. Dari 91 orang tersebut, 3 orang ODP karena datang dari daerah yang terpapar COVID – 19.

“Kemudian pada hari ini ada tambahan 24 orang, ditambah 91 orang yang terdahulu berarti 115 orang yang masih kita selidiki”, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali).