Warga Desa Sarapat Keluhkan Sampah Berjatuhan Saat Diangkut Melalui Desanya

TEWENEWS, Tamiang Layang – Warga desa Sarapat kecamatan Dusun Timur kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, keluhkan sampah yang berjatuhan saat truk pengganggkut sampah. melintasi desanya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Sarapat yang mengatakan “Warga kita mengeluhkan dengan sampah yang berjatuhan dari truk pengangkut sampah, hingga berserakan dikiri kanan jalan”, ucap Ertiono, Jumat (24/01/2020).

Menindaklanjuti keluhan masyarakat desa Sarapat, kami Pemdes sudah menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bartim pada 30 juli 2019 yang lalu, karena kadang ada sampah berserakan dikiri kanan jalan, antar Tamiang Layang hingga ke Tempat Pembuangan Ahir (TPA), hususnya di desa kami Sarapat dan Dusun Eba Raya yang termasuk dalam desa Sarapat yang dilintasi truk angkutan sampah, namun kita lihat hingga saat ini masih belum ada tanggapan dari DLH.

Menurut Ertiono surat Pemdes Sarapat ke DLH pada juli lalu dengan nomor surat 145/001/DS-SRP/VII/2019, belum ada tanggapan, karena kita lihat hingga saat ini nggkutan sampah masih kapasitas muatan.

“Muatan sampah yang diangkut kadang terlalu banyak, coba kalau memang tidak muat bisa diangkut dua atau tiga kali, jangan dipaksakan satu kali sehingga mengakibatkan sampah jatuh berceceran di jalan”.

Baca Juga :   Kades Undang Investor Kelola Wisata di Bartim

Kita akan menyurati kembali DLH serta menemui langsung Kepala DLH untuk menyampaikan permasalahan ini, karena sampah inikan membawa virus, masyarakat juga merasa terganggu, bahkan pernah ada pengendala roda dua yang marah dan hampir terjadi perkelahian karena sampah terjatuh dari truk dan mengenai pengendara tersebut, jelas Kades.

“Kami berharap kedepannya truk pengangkut sampah bisa menutup sampah yang dibawa dan jangan memuat sampah hingga melebihi bak truk”, harapnya.

Terpisah Kepala DLH Bartim Lurikto saat dikonfirmasi mengakui bahwa kalau ada sampah yang jatuh dari truk, mungkin karena muatan yang penuh, namun bukan dikarenakan faktor kesengajaan, selain itu jalan menuju TPA juga agak rusak dan belubang.

Menurut Lurikto, sebelumnya memang ada sedikit permasalahan petugas pengangkut sampah, kami juga akan memberikan pemahaman kepada petugas petugas pengangkut sampah agar lebih berhati – hati, terutama saat mengangkut sampah melewati kawasan penduduk.

“Kedepannya kami akan berupaya melakukan perbaikan agar angkutan sampah ini, bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan masyarakat tidak merasa terganggu”, tutup Lurikto. (Ahmad Fahrizali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: