Warga Dua Kota Usulkan Pembangunan Monumen Tumenggung Mangkusari di Batas Provinsi Kalteng – Kaltim

339

TEWENEWS, Tenggarong – Warga masyarakat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur, kian gencar mengusulkan pembangunan monumen Tumenggung Mangkusari alias Kakah Bayo di perbatasan Kaltim – Kalteng. Pasalnya, nama Tumenggung Mangkusari tidak terlepas dari sejarah perjuangan dua kerajaan dalam melawan penjajah belanda, yakni Kesultanan Kutai Kartanegara dan Kerajaan Banjar.

Tokoh masyarakat kota Tenggarong, Aji Amiruddin mengungkapkan, pihaknya sebagai salah satu Keturunan Sultan Kutai sekaligus keturunan Tumenggung Mangkusari dari pihak ibu sangat mendambakan adanya monumen tersebut sebagai penghargaan atas perjuangan Tumenggung Mangkusari baik untuk Kesultanan Kutai maupun dikala mengusir penjajah belanda.

“Beliau itu berjasa besar dalam mengusir penjajah, beliau berjasa bukan hanya bagi Kesultanan Tenggarong, tapi juga bagi kerajaan Banjar, bahkan beliau layak diusulkan menjadi pahlawan Nasional oleh provinsi Kalteng – Kaltim dan Kalsel,” ungkap Aji Amiruddin kepada tewenews.com melalui via telepon, Senin, (1/10/2018).

Tokoh masyarakat Barong Tongkoq Kabupaten Kubar, Kaltim, H. Azhar Khudari juga menambahkan, sosok Muhammad Yusuf atau Tumenggung Mangkusari (Kakah Bayo_Barito dan sei Teweh) merupakan tokoh besar asli suku dayak yang berasal dari sungai teweh Barito Utara, sehingga pihaknya berharap agar Pemda Barut juga berkontribusi dalam melestarikan sejarah pahlawan yang sangat besar perannya dalam perang perjuangan melawan penjajah Belanda.

“Beliau itu panglima besarnya suku dayak di Kalteng dan Kaltim, oleh karena itu kami selaku anak cucu beliau serta masyarakat Kubar mengusulkan pembangunan monumen Tumenggung Mangkusari di perbatasan Kaltim – Kalteng”, pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tewenews.com, masyarakat dari dua Kabupaten di Kalimantan Timur mengusulkan kepada Pemprov Kaltim agar membangun monumen tersebut tepat di perbatasan Kaltim – Kalteng yang merupakan wilayah Kec. Gunung Purei, Barut, dan Kec. Bentian Besar, Kubar. (Taufik/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here