Warga Keluhkan Limbah Ayam Potong

oleh -49 views

TEWENEWS, Cilacap – Warga Kampung Jakatawa desa bulaksari kec bantarsari kab cilacap, mengeluhkan bau busuk menyengat dari pembuangan limbah tempat pemotongan ayam dan pemeliharaan sapi. milik salah seorang pengusaha bernama Budi yang dibuang ke balongan di dalam permukiman warga.

menurut warga jakatawa yang ga mau menyebutkan namanya mengatakan, ada sekitar 40 kepala keluarga yang mengeluhkan dampak bau busuk yang sangat menyengat akibat limbah potong ayam tersebut. “Masalah limbah ayam potong itu sudah kami musyawarahkan sama si pemilik (budi_red),” kata tokoh masyarakat setempat, Selasa (26/2/2019).

Pengusaha bersangkutan juga sudah diberi tahu. Tetapi juga tak mengindahkan. “Limbah tanpa pengolahan langsung dibuang ke balongan. Saya sudah sampaikan ke Budi (pengusaha, red) agar limbahnya dibuatkan septictank. Tetapi sampai sekarang tidak ada perubahan apapun,” ujar tokoh masyarakat setempat

Dia menambahkan, warganya yang menerima dampak bau busuk terus  mengeluhkan masalah limbah kepadanya. Tetapi dia sudah tidak lagi bisa berbuat banyak. Karena dinas terkait aja dalam hal ini dinas kesehatan ga ada tindakan atau teguran

Kepala dusun setempat, Dul Ngaziz membenarkan telah menerima keluhan dari warga, juga dari RW dan RT. “Saya sudah menindaklanjuti dengan memberikan peringatan kepada pengusaha atau pedagang ayam potong, Budi Ia yang membuang limbah langsung ke balongan tanpa ada pengolahan terlebih dahulu,” kata kepala dusun setempat

Dia berharap, dengan teguran dari kepala dusun dan warga setempat pengusaha bersangkutan tidak lagi membuang limbah langsung ke balongan.tapi nyatanya ga ada perubahan malah saat warga mengatakan ke yang bersangkutan,yang bersangkutan cuma jawab saya buang limbah di tanah sendiri.

Menurt keterangan warga sekitar, karakter orangya tempramental pemarah jadi untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan maka para warga akhirya hanya bisa menunggu keajaiban dari pemerintah desa dan kecamatan trutama dinas kesehatan jelasya.(Totong)