Warga Mengeluh Biaya Pemecahan Sertifikat Tanah Mahal

TEWENEWS, Muara Teweh – Agus Kurniawan warga Muara Teweh, mengeluhkan pelayanan BPN Muara Teweh yang dirasanya ada dugaan indikasi pungli yang dilakukan oleh oknum BPN dalam proses yang pemecahan sertifikat yang diajukannya.

Dalam postingannya di grub Facebook portal berita tewenews.com dia menyampaikan keluhannya atas ketidaknyamanan yang didapatkannya dari oknum petugas BPN Muara Teweh. Dia merasa uang yang diminta oleh oknum BPN Tersebut tidak sesuai dengan yang ada dalam aplikasi dari BPN Pusat.

Berikut postingan facebook @blundus zuro “Parah kantor bpn mteweh mau mecah sertifikat tanah kok di mintai biaya selangit, hei bung skarang jaman modern biar saya orang bodoh tapi sekarang banyak aplikasi yang mudah dan bikin kita tau bagi yg ingin urus sertifikat tanah dowload aplikasi sentuh tanah ku di playstore, di aplikasi ini di buat oleh BPN pusat agar tidak ada pungli yang meyesatkan.

Tadi saya sempat debat dengan salah satu pegawai BPN Muara Teweh, masalah biaya yang saya rasa besar dan saya merasa keberatan setelah saya buka dan tunjukan brapa biaya pendaftaran dan biaya pengukuran sang pegawai jawab tadi kan cuma perkiraan pegawai macam apa itu jadi saya sempat berpikir apa perkiraan kalo saya bodoh bisa sampean bungguli, itu tidak akan.

Bagi saudara ku silahkan anda yang mau mengurus sertifikat silahkan anda dowload aplikasi di playstore nama aplikasi sentuh tanah ku semoga anda tidak d bodohi oleh oknum yang suka main pungli, langsung saja petugas BPN meminta saya membayar uang pendaftaran Rp 350 ribu dan biaya ukur tanah Rp1,5 juta.

Baca Juga :   Kapolsek Sooko Tinjau Tiga Lokasi Tanah Longsor

Saya ngak mau percaya begitu saja saya telfon kantor BPN pusat dan saya sangat kaget dengan ukuran tanah saya yang mau saya pecah ukuran 440 meter persegi dan hanya bayar biaya daftar Rp 100 ribu dan biaya ukur Rp 376 ribu total Rp476 ribu silahkan anda jabarkan betapa hinanya petugas BPN yang ada d kota Muara Teweh mau memakan uang masyarat begitu banyak tetangga saya yang lebih dulu memecah sertifikat di kenai biaya yang besar Rp 1.850 juta ini termasuk pungli atau tidak” ujarnya.

Postingan itu sendiri mendapatkan respon dari berbagai kalangan hingga 60 lebih komentar dan 12 kali dibagikan.

Petugas loket BPN Muara Teweh, Agus Hertawan saat di konfirmasi perihal keluhan tersebut menyampaikan memang benar telah mematok angka sebesar Rp 1 juta 850 ribu, hal itu berdasarkan aturan yang ada.

“Biaya transportasi, Akomodasi, Konsumsi di bebankan kepada wajib bayar sesuai Pasal 20 Ayat 2 Peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2010 dan biaya itu belum di masuk di hitungan Perda nomor118.45/185/2016 tentang perjalanan dinas dalam kota sebesar Rp 250 ribu,” pungkasnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: