Warga Nanga Bulik Mengeluh, JPU Kota Banyak yang Mati

oleh -40 views

TEWENEWS, Lamandau- Lampu penerangan jalan kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah banyak yang mati/padam jadi keluhan masyarakat, sebabnya tinggal berapa hari lagi takbiran 1 Syawal Aidul Fitri 1445 Hijriah.

Pasalnya lampu yang menggunakan tenaga surya tersebut banyak yang mati, sampai jadi perbincangan dan jadi pertanyaan sekelompok masyarakat saat menunggu jadwal ibadah Jum’at,

Sangat kita sayangkan kota Nanga Bulik yang merupakan ibu kota Kab Lamandau.dikenal dengan kota Indah kini menjadi gelap gulita, kebanyakan lampu Penerangan Jalan Umum (JPU) yang mati atau padam di malam hari.

Pedahal tiap kita membayar tagihan listrik selalu dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ), tapi kenapa JPU kota kita banyak yang mati, apakah sengaja dibiarkan dan sudah berapa tahun, sampai saat ini.

“Berbeda saat kepemimpinan Marukan dua periode sebagai Bupati Lamandau, JPU kota Nanga Bulik terang semua dan sangat aman bagi pejalan kaki saat beraktivitas di malam hari dan tinggal berapa hari lagi takbiran, kan kurang indah serta rawan kecelakaan,”kata Andri, Jumat (5/4/2024).

Anang menambahkan, sejak kepemimpinan Hendra Lesmana dari 2018 – 2024, dan sampai kepemimpinan PJ Bupati saat ini, lampu penerangan tersebut semakin hari, makin banyak yang padam. Pedahal jalan Tjilik Riwut dari desa Kujan sampai simpang Batu Batanggui salah satu jalan masuki kota Nanga Bulik.

Warga sampai harus memberikan penerangan ekstra pada pagar depan Masjid Nurul Huda atau sering disebut Masjid Kaca, agar bundaran rumah betang terlihat dimalam hari . Sebab penerangan jalan di area masjid tersebut hampir tidak ada satupun JPU yang hidup.

Sehingga bundaran rumah Betang di simpang tiga itu saja tidak terlihat sama sekali, entah kapan pemerintah akan memperbaiki lampunya, karena sudah berapa tahun JPU tersebut mati dan kalau bisa jangan menggunakan tenaga surya lagi.

“Kami harap lampu penerangan jalan ini bisa diperbaiki secepatnya. Karena selain rawan kejahatan, jalanan yang gelap juga sangat rawan kecelakaan,”ungkapnya

Salah seorang pengguna jalan Ujang mengatakan, saya sering ke kota Nanga Bulik ini, ruas jalan di bundaran rumah Betang tersebut yakni jalan Tjilik Riwut sampai simpang tiga Batu Batanggui banyak yang mati. bahkan JPU ada yang seperti lampu diskotik saja, hampir sebagian besar PJU nya yang menggunakan tenaga surya sudah rusak .

Sementara ruas jalan Yos Sudarso tersebut satu pun tidak ada lampu penerangan jalan, hanya semata-mata mengharapkan penerangan dari rumah warga sekitar.

“Kalau jalur jalan Yos Sudarso yang saya ketahui bukan kewenangan Pemkab Lamandau, kita berharap kepada pemerintah provinsi untuk memasang PJU tersebut, yang kami ketahui sudah berapa kali di jalan tersebut terjadi kecelakaan,”harapnya (An)