Warga Pulau Padang Datangi Pekerja Jembatan yang Menutup Sungai Patangkep

oleh -67 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Masyarakat desa Pulau Padang kecamatan Patangkep Tutui kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, datangi pekerja yang mengerjakan jembatan di desa Pulau Padang, karena pekerja melakukan penimbunan terhadap sungai Patangkep.

Hal tersebut diungkap Kepala Desa (Kades) Pulau Padang Karlianto G yang mengatakan, “Tadi malam masyarakat Pulau Padang, didampingi BPD dan RT mendatangi pekerja di lapangan untuk membuat gorong-gorong supaya airnya bisa mengalir”, ucap Karlianto kepada wartawan saat ditemui dikantornya, Senin (28/10/2019).

Ternyata bekas jembatan darurat itu mereka timbun dengan tanah, sehingga menutupi sungai Patangkep. Sebelumnya jembatan darurat yang dibuat oleh kontraktor CV. Hayak Kapakat pusat Palangka Raya ambruk, karena dilewati truk yang bermutan cukup berat.

Baca Juga :   Petugas Piket Jaga di Mapolres Seruyan Laksanakan Serah Terima Dilanjutkan Dengan Pengecek Tahanan.

Selanjutnya kami mintakan secara lisan kepada kontraktor memperbaiki jembatan darurat tersebut tapi tidak ada tanggapan, setelah itu kami pemerintahan desa Pulau Padang membuat surat resmi, permohonan perbaikan jembatan darurat kepada CV. Hayak Kapakat, dengan nomor surat 490/Ds.PP/X/2019 tertanggal 23 oktober 2019 dengan tembusan dengan tembusan ke Camat, Kapolsek dan Danramil Patangkep Tutui.

Setelah menerima surat dari kita, ternyata mereka timbun dengan tanah di sungai patangkep, setelah mereka timbun di sisi sebelah sungai tersebut kering, karena air tidak mengalir, akhirnya warga datang ke kita mengeluhkan hal tersebut, Pekerja membongkar tanah tersebut dan menaruh potongan tiang pancang, agar air bisa mengalir lalu ditimbun tanah kembali.

Baca Juga :   Polres Bartim Gelar Pasukan Operasi Lilin Telabang Tahun 2019

Kita tanya pimpinannya, kata pekerja yang dilapangan tidak ada dan memang saya lihat pimpinannya jarang ada di lapangan, kita telepon tidak diangkat di SMS pun tidak dibalas, sudah beberapa kali kita hubungi tapi tetap tidak diangkat, itulah yang menyebabkan kemarahan warga desa, tegas Karlianto.

Kita berharap kontraktor bisa cepat menyelesaikan jembatan tersebut, agar sungai Patangkep yang mereka timbun dengan tanah dikeruk, sehingga air bisa mengalir dengan seperti bisa dan warga pun bisa memanfaatkan kembali air Patangkep, tutup Karlianto.

Sementara itu camat Patangkep Tutui Kasian mengatakan, Kalau kita llihat pembangunan jembatan Pulau Padang ada keterlambatan kalau dibandingkan dengan jembatan yang ada di desa Bentot.

Baca Juga :   Hari Ini Positif COVID - 19 di Bartim Bertambah 7 Orang dan 6 Orang Dinyatakan Sembuh

Saya berharap agar kontraktor bisa cepat menyelesaikannya, sehingga akses jalan tersebut dapat cepat dinikmati oleh masyarakat dan sungai Patangkep yang ditimbun dapat dikeruk, agar arus airnya berjalan lancar, pungkasnya. (Ahmad F)