Yaser Arafat: Harus Ada Budaya Malu Agar Bantuan Negara Tepat Sasaran

oleh -57 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Biasakan budaya malu. Soal bantuan pusat, masyarakat harus jujur. Kalau memang berkecukupan tapi datanya terverifikasi, harus gentel mengakui diri bukan yang berhak meneria.

Harapan ini, disampaikan Kepaala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Barito Utara (Barut), H Yaser Arafat MT, saat menjadi narasumber penyuluhan permukiman sehat, di Muara Teweh, Kamis (12/3/2020).

“Ada budaya malu seharusnya di tengah masyarakat kita. Kalau memang terjadi kekeliruan pendataan, sehingga penerima bantaun ternyata bukan warga miskin, jujur akui pada petugas verifikasi,” ungkap Yaser.

Acara ini dilaksanakan di aula Kecamatan Teweh Tengah. Hadir sebagai peserta masyarakat dari empat kelurahan yakni Jingah, Jambu, Kecamatan Teweh Baru, serta Melayu dan Lanjas, Teweh Tengah.

Mekanisme pendataan dan verifikasi melalui pemutahiran data di database Ini hanya pancingan, program rangsangan agar warga lebih peduli kebutuhan dasar yakni Papan. Sehingga yang bertanggungjawab pemilik hunian itu sendiri.

“Kegiatan ini terkait sosialisasi program bedah rumah yang dilaksanakan di Barut, sumber dana APBD-1 dan APBN. Mekanismenya, dibentuk Kelompok Penerima Bantuan (KPB), dikucurkan dana melalui kelompok ini,” tegas Yaser.

Kegiatan sendiri bersinergi dengan program Pemprov Kalimantan Tengah, yang dihadiri perwakilan Pemprov Kalteng, Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kalteng, Eridani.ST.MT.

“Kebutuhan dasar rakyat dijamin negara. Kebutuhan dasar itu, sandang, pangan dan papan, disediakan negara, berdasarkan pasal 26 1945”, kata Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kalteng, Eridani.ST.MT, menambahkan. (Tim)